Selasa, 9 November 2010

Surat Anak Kepada Ibunya




Seorang anak mendapati ibunya sibuk bekerja di dapur. Kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibu menerima kertas tersebut dan membacanya

UPAH MEMBANTU IBU:

Membantu ke warung RM 30.00
Menjaga adik RM30.00
Membuang sampah RM 5.00
Mengemas tempat tidur RM 10.00
Menyiram bunga RM 15.00
Menyapu RM 15.00
Jumlah total RM 105.00

Selesai membaca ibu tersenyum, mengampil pen kemudian menulis di belakang kertas yang sama.

Mengandung selama 9 bln Percuma
Berjaga Diwaktu malam Percuma
Air mata yg menitis keranamu Percuma
Khuatir akan keadaanmu Percuma
Menyediakan makan,minum, Percuma
Pakaian & sgala keperluanmu Percuma
Jumlah keseluruhan Percuma

Air mata anak berlinang kemudian memeluk ibunya & berkata “Aku sayang Ibu”, mengambil pen dan menuliskan lunas di kertas yang di bawahnya

Sepucuk Surat Dari Ibu Ke Menantu Lelakinya



wahai menantuku,
aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.

wahai menantuku,
bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akherat untuk putriku. bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga.

wahai menantuku,
bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya.

wahai menantuku,
diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.

wahai menantuku,
engkau suami yang dipilih Tuhan untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Tuhan.

wahai menantuku,
sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta.

wahai menantuku,
engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. janganlah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu.

wahai memantuku,
ingatlah kemuliaan seorang ibu yang telah mengandung melahirkan dan membesarkanmu dengan kasih sayang dan kesabaran. lihatlah ketulusannya dan lemah lembut yang senantiasa ia berikan itu. bukankah engkau sangat mengenangnya?

wahai menantuku,
seorang suami sejati haruslah berupaya mengutamakan keutuhan rumah tangganya dan menyelamatkannya dari kehancuran. ia harus membina dan menjauhkan istrinya dari azab yang engkaupun bisa menanggungnya.

wahai menantuku,
bukalah pintu maaf untuknya lupakan ego dan harga dirimu sendiri dulu. bukankah ridho suami adalah ridho Tuhan? bagi seorang istri yang telah merasa bersalah dan ia memperbaiki diri dengan penyesalan yang sesungguhnya, tidakkah engkau sadar bahwa bila engkau tak memaafkannya bagaimana Tuhan akan mengampuninya?

wahai memantuku,
sesungguhnya engkau sedang di uji begitupun dengan istrimu. perbaikilah bersama saling gamit dan bersinerji dalam satu jiwa. dengan jalan Tuhan dan selalu bersandar padaNya maka kalian akan selamat. maka berbesar hatilah. utamakan keluargamu karena ia adalah juga jalan surga untukmu. lembutkan hatimu juga rendahkan suaramu, berkasih sayanglah terhadap istrimu sehingga Allah ridho kepada kalian.

wahai menantuku,
benar surga terletak di telapak kaki ibu dan ridho ibu adalah ridho Tuhan. Namun bagi ibu, semenjak aku serahkan putriku di tanganmu maka surga putriku ada di bawah telapak kakimu. Ridho suami adalah ridhoTuhan maka cintailah ia dengan cinta Tuhanmu.

semoga kalian berdua bahagia.

Sumber : http://www.pondokcurhat.com/inspirasi/ibu-untuk-sang-menantu.html

Peringatan Untuk Diri Yang Lalai


Hai Diri semakin lupa dengan dengan kehidupan akhirat dan sentiasa terpedaya dengan kehidupan dunia yang semantara sedangkan hakikat kehidupan dunia adalah seperti apa yang digambarkan oleh Allah swt:

“ Dan kehidupan dunia adalah semata-mata keseronokan dan bermain-main. Dan sesungguhnya kehidupan yang sebenar adalah kehidupan akhirat. Ini sekiranya mereka benar-benar mengetahui”

Orang yang benar-benar mengetahui tentang kehidupan akhirat tidak tertipu kehidupan dunia yang melekakan. Orang yang jahil adalah yang tertipu dengan kehidupan dunia, ini menunjukkan diri ini amat jahil oh tuhan.

Saat-saat kematian semakin menghampiri tetapi diri ini sentiasa lalai untuk mendapat amal akhirat. Apabila mendapat nikmat dunia, rasa seronok sehingga terlanggar perintahnya dan meninggalkann ketaatan sedikit demi sedikit. Apabila Allah menguji dan menarik nikmat tersebut, amat sedih dengan kehilangan nikmat dunia tetapi sebenarnya Allah hendak mengembalikan diri ini kepadanya.

Bersedihlah dengan kehilangan amal akhirat bukannya kehilangan dunia. Ingatlah Allah ingin member I peluang untuk kembali kepadanya sebelum datangnya saat kematian. Rebutla peluang ini sebaik-baiknya sebelum terlambat. Nabi saw bersabda:

“Bersegeralah kamu beramal sebelum datangnya tujuh perkara:

1. Adakah kamu menanti sehingga kamu fakir yang menyebabkan kamu lupa.

2. Adakah kamu menanti sehingga kamu kaya sangat yang menyebabkan kamu melampaui batas.

3. Adakah kamu menanti sehingga kamu sakit yang merosakkan badan kamu.

4. Adakah kamu menanti sehingga kamu tua yang melemahkan kamu.

5. Adakah kamu menanti sehingga mati yang semakin menghampiri kamu.

6. Adakah kamu menanti sehingga tibanya dajal. Dajal adalah seburuk2 benda gaib yang dinanti.

7. Adakah kamu menanti sehingga datangnya kiamat. Kiamat adalah perkara yang menakutkan dan amat pahit.”

Hadis riwayat imam Tirmizi.

Ingatlah wahai diri bahawa setiap apa yang kamu buat akan dihisab oleh tuhan. Jangan seronok dan leka melakukan apa saja tanpa sedar Allah murka dengan dirimu. Firman Allah swt:

“Adakah manusia meyangka dia akan dibiarkan begitu sahaja (tanpa dihisab dan dibalas)?”

Ayat 36 surah al-Qiamah

Ingatlah kematian sentiasa mengekori mu. Setiap saat masa berlalu semakin hampir i dan akhirnya kamu pasti akan bertemu dengannya. Firman Allah swt:

“ Katakanlah hai Muhammad, sesungguhnya kematian yang mana kamu lari daripadanya , ia pasti akan menemuimu.”

Ayat 8 surah al-Jumaah

Walaupun diri sentiasa melihat kematian tetapi mengapa tidak menambahkan keimanan kamu dan mendekatkan diri dengan akhirat. Ini adalah hati yang keras dan hati yang lalai dalam ibadah. Firman Allah swt:

“ Maka celakalah bagi orang-orang yang keras hatinya daripada mengingati Allah. Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.”

Ayat 22 surah az-Zumar.

Hati yang keras ini adalah hanya layak untuk neraka sahaja. Allah sentiasa bertanya bilakah hati ini hendak khusyuk kepada tuhan dan patuh segala perintahnya. Firman Allah swt:

“ Bukankah sudah sampai masa bagi orang-orang beriman untuk tunduk khusyuk mereka kepada mengingati Allah dan patuh dengan kebenaran yang Allah telah turunkan…”

Ayat 16 surah al-Hadid

Adakah setelah malaikat mencabut nyawa baru hendak menyesali terhadap perbuatan-perbuatan yang melampau di dunia. Ketika itu tidak ada gunanya. Nasi sudah busuk (jadi bubur sedap lagi). Firman Allah swt:

“ Sehinggalah datang kematian kepada salah seorang mereka. Dia berkata : Hai tuhanku kembalikan aku ke dunia, supaya aku dapat beramal soleh yang mana telah aku tinggalkan. (jawapan tuhan) Tidak sama sekali, itu hanya ucapan yang diucapkan (tidak ada gunanya) dan mereka akan melalui alam barzakh sehinggalah hari mereka dibangkitkan.”

Ayat 99,100 surah al-Mukminun

Ingatlah wahai diri sehebat mana ilmu, sebesar mana mahligai mu, setingga mana pangkat mu, sebanyak mana pengawal mu; itu semua tidak menghalang malaikat maut untuk mencabutn nyawamu. Firman Allah swt:

“ Dimana sahaja kamu berada, pasti kematian akan menemuimu sekalipun kamu berada di dalam bangunan-bangunan yang kukuh dan terkawal.”

Ayat 78 surah an-Nisa

Bila mana kamu sudah ingat mati dan menyesal terhadap perbuatan-perbuatan yang lampau; Ingat penyesalan sahaja tidak berguna, diri ini kena bangun beramal dan tidak hanya berazam tanpa ada perlaksanaan. Nabi saw bersabda:

“ Orang yang cerdik adalah orang yang sentiasa bermuhasabah dirinya dan beramal untuk kehidupan selepas mati. Orang yang lemah adalah orang yang sentiasa mengikut hawa nafsunya dan hanya berangan-angan Allah akan membalasnya dengan syurga (sedangkan tidak beramal).”

Hadis riwayat Imam al-Hakim

Ya Allah banyaknya dosa hamba mu ini dan sedikit amalan akhirat.

Amalan yang sedikit entah mencakupi syarat ikhlas atau tidak,

Hati ini semakin jauh dari mu, oleh itu bersihkanlah hati ini dan isilah dengan cahaya-cahaya iman,

Aku tidak peduli samada manusia mengasihi atau membenci, asalkan engkau menerimaku kembali.

Ya Allah sekiranya mati ini lebih baik untuk mengelakkan fitnah dunia dan baik untuk agamaku cabutlah nyawa ini dalam keadaan engkau reda kepadanya.

Sekiranya hidup ini lebih baik untuk menyumbang terhadap agamamu dan menambahkan amal baikku panjangkanlah umurku dalam keredaanmu.

Sumber : http://www.loveloveislam.com/2010/11/peringatan-untuk-diri-yang-lalai.html

Keistimewaan Yang Diberi Khas Kepada Rasulullah


Keistimewaan Nabi Muhammad yg tidak diberikan Nabi-nabi yang sebelumnya.

1. Nabi s.a.w diutuskan kepada semua manusia dan jin.Sedangkan Nabi-nabi terdahulu hanya diutuskan kepada Kaumnya sahaja. (Hr Bukhari)

2. Dihalalkan harta rampasan perang (ghanimah)kepada Nabi s.a.w sedangkan tidak dihalalkan bagi Manusia-manusia sebelum Nabi.(Hr Bukhari)

3. Semua tanah dan tempat dimuka bumi ini boleh dijadikan tempat sembahyang. (HBukhari) Nabi-nabi dan ummat terdahulu
tidak solat melainkan di tempat-tempat ibadah yg khusus. (Hr Ahmad)

4. Nabi diberi bantuan ketika menghadapi musuh-musuh Islam dgn
Allah mencampakkan perasaan takut dalam hati-hati musuh sebelum
sampai bertemu tentera-tentera Islam sejauh sebulan perjalanan. (Hr Bukhari)

5. Nabi s.a.w diberi Syafaat. (Hr Bukhari) Syafaatnya untuk ummatnya bagi orang yang tidak melakukan syirik. (Hr Ahmad)

6. Nabi s.a.w diberikan "jawamiul kalim". (Hr Muslim) Iaitu kalimah yang ringkas tetapi mengandungi banyak makna.

7. Nabi s.a.w penutup bagi kenabian. (Hr Muslim)

8. Diberikan Nabi s.a.w ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah dari gedung dibawah arasy. (Hr an-Nisaei)

9. Nabi s.a.w diberikan kunci-kunci bumi. (Hr Ahmad)

10. Orang yang pertama diberi nama Ahmad. (Hr Ahmad)

11. Ummatnya adalah sebaik-baik Ummat. (Hr Ahmad)

12. Diampunkan dosanya yang terdahulu dan yang akan datang semasa dia lahir ke dunia lagi. (Hr al-Bazzar)

13. Diberikan al-Kauthar. (Hr al-Bazzar)

14. Mula-mula syaitan yang bersama Nabi adalah kafir. kemudian Allah membantu Nabi s.a.w dengan Islamnya syaitan tersebut.

15. Dijadikan saf Ummat Nabi Muhammad s.a.w seperti saf para malaikat. (Hr Muslim)



Sumber : http://www.loveloveislam.com/2010/07/keistimewaan-yang-diberi-khas-kepada.html



Sunat-Sunat Azan


1. Berdiri ketika azan

Ini berdasarkan hadis Nabi s.a.w:
"Hai Bilal, berdirilah dan kumandangkan azan."(Hr Bukhari dan Muslim)

2. Menghadap kiblat

Ini kerana kiblat adalah sebaik2 arah.

3. Suci dari hadas kecil dan besar

Makruh azan semasa berhadas kecil. Semasa berhadas besar lebih makruh.

Nabi s.a.w bersabda:
"Aku tidak suka menyebut nama Allah dalam keadaan tidak suci"(Hr Bukhari)

4. Orang yang baligh.

5. Orang yang baik

Makruh orang fasiq melaungkan azan.

6. Suara yang sedap

Nabi s.a.w bersabda kepada Abdullah bin Zaid r.a yang mimpi azan dalam tidurnya:
"Pergi jumpa Bilal dan ajar dia cara2 azan yang kau dapat dari mimpimu. Sesungguhnya suaranya lebih sedap dan nyaring dari suara engkau."(Hr Abu Daud)

7. Orang yang melihat.

8. Memalingkan wajah dan leher.
Sunat memalingkan leher dan muka kekanan ketika mengucapkan "Hayya alas solah" dan kekiri ketika mengucapkan "Hayya alal falah" Ini yang dilakukan oleh Bilal dalam hadis sahih riwayat imam Bukhari.

9. Tartil

Maksudnya ucapkan kalimah azan dengan tenang dan jelas. Umar r.a berkata kepada Abu az-Zubair muazzin masjid Baitil Maqdis:
"Apabila kamu azan hendaklah kamu lafazkan dengan tenang dan jelas."(Hr Baihaqi)

10. Tarjie'

Disunatkan tarjie ketika azan. Maksud tarjie adalah muazzin melafazkan dua kalimah syahadah dengan suara perlahan sebelum melafazkannya dengan kuat dan nyaring. Ini ada disebut dalam Abi Mahzurah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

11. Taswib

Iaitu tambahan lafaz "as-Solatu kahirum minan naum" pada azan subuh. Disunatkan pada azan yang pertama dan kedua. Ini berdasarkan hadis yang Nabi s.a.w sabdakan kepada Abi Mahzurah (Hr Abu Daud).

12. Dua Muazzin
Disunatkan mempunyai dua muazzin pada satu masjid.
Ini kerana Nabi s.a.w mempunyai dua tukang azan. Nabi s.a.w bersabda:

"Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan pada waktu malam (sebelum subuh). Maka hendaklah kamu makan dan minum (bersahur) sehinggalah Ibnu Maktum mengumandangkan azan (subuh)."(Hr Bukhari dan Muslim)

Dibenarkan untuk lebih dari dua mengikut keperluan seperti mana Uthman bin Affan mempunyai empat muazzin di zamannya.

13. Diam dan menjawab azan

Disunatkan bagi orang yang mendengar azan untuk diam dan menghayati setiap kalimah azan. Kemudian hendaklah dia menngucapkan apa yang diucapkan oleh muaazzin melainkan pada haia'latain (hayya alas solah dan hayya alal falah) maka disunatkan untuk mengucapkan hauqalah (la haula wala quwwata illa billah). Nabi s.a.w bersabda:

"Apabila kamu mendengar azan hendaklah kamu mengucapkan apa yang diucapkan oleh muazzin."(Hr Muslim)

-Apabila dia berada dalam solat, tandas atau jimak hendaklah dia jawab azan selepas selesai.

-apabila dia sedang baca quran, berzikir atau pengajian ilmu hendaklah dia berhenti untuk mendengar dan menjawab. Lepas azan dia sambung rutinnya.

14. Selawat dan doa untuk Nabi s.a.w

Disunatkan kepada muazzin, pendengar azan, orang yang melaungkan iqamah untuk berselawat kepada Nabi s.a.w, meminta kepada Allah supaya diberikan pangkat wasilah kepada Nabi s.a.w dan berdoa kepadanya. Nabi s.a.w bersabda:

"Apabila kamu mendengar azan hendaklah kamu mengucapkan seperti muazzin ucapkan. Kemudian hendaklah kamu berselawat kepadaku. Sesungguhnya sesiapa yang berselawat kepadaku sekali maka Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian hendaklah dia meminta supaya Allah memberikan wasilah kepadaku.

Sesungguhnya ia adalah satu kedudukan dalam syurga. Ia hanya diperolehi seorang sahaja dari kalangan hamba2 Allah. Aku berharap akulah orangnya. Sesiapa yang meminta wasilah untuk ku maka dia boleh mendapat syafaat dariku."(Hr Muslim)

Nabi s.a.w bersabda:

"Sesiapa yang berkata setelah mendengar azan:

Allahumma rabba hazihid da'watit tammah was solatil qaimah ati saiyidina Muhammadanil wasilati wal fadilah wab'athhu maqamam mahmudanil lazi wa'adtah

(terjemahannya) Ya Allah tuhan kepada seruan yang sempurna ini dan sembahyang yang didirikan, berikan darjat wasilah kepada Nabi Muhammad s.a.w dan kelebihan. Bangkitkanlah ia dengan maqam yang terpuji seperti yang engkau janjikan.

Maka dia boleh mendapat syafaatku."(Hr Bukhari)

15. Doa untuk diri sendiri
Disunatkan berdoa selepas azan kerana ketika itu adalah watu yang mustajab. Nabi s.a.w bersabda:

"Sesungguhnya doa tidak ditolak diantara azan dan iqamah. Hendaklah kamu berdoa."(Hr Abu Daud dan Tirmizi)

16. Memasukkan jari ke dalam telinga

Disunatkan meletakkan dua jari ke dalam lubang telinga. Nabi s.a.w bersabda kepada Bilal r.a:

"Apabila engkau azan maka hendaklah engkau masukkan dua jarimu kedalam telingamu. Sesungguhnya ia akan mengangkat suaramu."(Hr Baihaqi)

Sumber : http://www.loveloveislam.com/2010/07/sunat-sunat-azan.html

Cicak




ARab panggil wazgah, omputih kate lizard...
Hukum makannya: Tentulah haram...
Hukum bunuhnya: Sunat dan Sunnah..
Dalilnya:

1. Ummu Syarik telah berbincang dgn Nabi berkenaan dgn membunuh cicak ni..NAbi menyuruhnya membunuh cicak. (Bukhari dan MUslim)
2. Nabi s.a.w bersabda:

أقتلوا الوزغة ولو في جوف الكعبة

Maksudnya: Bunuhlah cicak walaupun dlm ka'bah.(HR Tobrani)

Sebab perlu dibunuh:

1. Nabi menyuruh supaya membunuh cicak dan memanggilnya sebagai Fuwaisqa (binatang kecil yg jahat). Baginda bersabda pd menyatakan sebabnya:

كان ينفخ النار على إبراهيم
Maksudnya: Cicak telah meniup api bg api tu besar kpd Nabi Ibrahim. (HR Bukhario dan MUslim).

2. Pahala yg banyak bg yg membunuh cicak. Nabi s.a.w brsabda:

أن من قتلها في الأولى فله مئة حسنة وفي الثانية دون ذلك وفي الثالثة دون ذلك
Maksudnya: Sesungguhnya sesiapa yg membunuhnya dgn sekali pukulan maka dia mendapat seratus pahala, sesiapa yg mebunhnya pd pukulan yg ke2 dia mendapat kurang cikit (70phala) dan sesiapa membunuhnya dgn 3 pukulan maka dia mendapat kurang pahala dr yg lepas.

Imam 'Izzudin bin Abd Salam telah meyatakan sebab kpd banyaknya pahala pd pukulan pertama adalah kerana ia adalah ihsan ketika membunuh binatang; kerana ia mengurangkan kesakitan binatang. Nabi bersabda:

إذا قتلتم فأحسنوا القتلة

Maksudnya: Bila kamu membunuh hendaklah bersikap ihsan ketika membunuh.(Muslim).


Sumber : http://www.loveloveislam.com/2010/07/cicak.html

Solat Tahajud Dan Kelebihannya


Solat 5 waktu adalah solat bagi orang-orang mukmin dan solat Tahajud pula adalah solat untuk orang-orang soleh. menurut satu hadith;

Rasulullah SAW bersabda;

“Jika tidak kerana memberatkan umatKu, nescaya aku wajibkan Tahajud ke atas mereka”"

Kelebihan Tahajud;

Jika dilakukan solat Tahajud ini dengan cara istiqamaha maka Allah s.w.t akan memberi 3 ganjaran;

1. 1. Dapat lidah yang hikmah
2. 2. Diangkat kedarjat wali
3. 3. Lepas dari kesakitan ketika sakaratul maut

Selain itu juga;

1. * Doa-doa akan diperkenankan
2. * 2 rakaat tahajud lebih baik dari dunia dan seisinya
3. * Allah akan menunjukkan mahligai disyurga semasa sakaratul maut mendapat lampu atau cahaya dalam kubur
4. * Dapat naik kuda emas bagi suami isteri yang saling membangunkan antara satu sama lain untuk tahajud
5. * Jika kita selalu panggil orang ke masjid maka diwaktu malam Allah akan panggil kita untuk tahajud
6. * Mendekatkan kita dengan Allah dan menjauhkan kita daripada membuat dosa



Solat Tahajud (Sejarah)

Dari segi sejarahnya, sembahyang tahajud mula disyariatkan tidak lama selepas Nabi s.a.w mendapat wahyu pertama di gua Hira’. Ia dinyatakan Allah dalam surah ai-Muzammil (yang berselimut), yang diturunkan ketika Nabi s.a.w menggeletar di dalam selimut selepas baginda s.a.w mendapat wahyu pertama itu.

Menurut Penolong Pengarah Kajian Fatwa Jabatan Agama islam Wilayah Persekutuan (JAWI), Ustaz Abdul Aziz Che Kob, “Pada awalnya, sembahyang sunat tahajud hukumnya fardhu kepada Nabi. Bagaimanapun, apabila turun ayat ke-20 surah yang sama (kira-kira setahun selepas turunnya ayat pertama) Allah menjelaskan bahawa sembahyang Tahajud adalah sunat dan afdalnya ditunaikan pada sepertiga malam”. Walaupun hukumnya adalah sunat , namun bagi Nabi, bersembahyang tahajud tetap dianggap sebagai suatu kewajipan. “Ia menjadi rutin kepada hidup Nabi”, ujar beliau.

Mengenai rakaat, Abdul Aziz memberitahu, Nabi akan bersembahyang malam, termasuk tahajud, sekurang-kurangnya sebelas rakaat. Namun demikian tidak ada surah-surah tertentu yang ditetapkan supaya dibaca selepas al-Fatihah. “Selain membaca surah-surah panjang dalam al-Quran, hingga dihabiskan satu juzuk dalam satu rakaat, Nabi juga membaca surah lazim yang pendek.. Jadi para ulama sependapat lagi bahawa bagi memudahkan masyarakat menunaikan tahajud, kita boleh membaca surah-surah lazim”.

Dari segi sejarah juga diceritakan bahawa Nabi kerap bersembahyang malam hingga kakinya menggigil dan bengkak akibat terlalu lama berdiri. Bagi menjelaskan lagi keberkesanan sembahyang tahajud, Abdul Aziz membawa dua kejadian sebagai iktibar. Ia dengan jelas menunjukkan betapa pentingnya sembahyang tahajud dalam mendekatkan diri dengan Allah, membina kekuatan rohani dan keyakinan diri umat islam.

“Dalam satu peperangan, Kahalifah Umar r.a diselubungi tanda tanya kerana selepas seminggu bertempur dengan kaum musyrikin, tentera islm masih belum mendapat kemenangan. Perkara itu membinggungkannya kerana pada kebiasaannya tentera islam tidak perlu menunggu masa sebegitu lama untuk mengalahkan musuh. Malam itu, Kahalifah Umar melawat ke khemah-khemah tenteranya sedang kyusuk sembahyang tahajud, kecuali sebuah yang mana penghuninya sedang nyenyak tidur. pada keesokkan harinya kahlifah membuat keputusan yang amat mengejutkan. Beliau menyingkir semua penghuni khemah terbabit (yang tidak bersembahyang tahajud) daripada menyertai perang kerana katanya “mereka tidk mempuyai rohani yang kuat”. Akhirnya walaupun jumlah semakin berkurangan, tentera islam telah berjaya menumpaskan musuh”, kata Abdul Aziz.

Beliau juga memberitahu, salah satu faktor panglima islam terkenal, Sallehuddin al-ayubi berjaya menawan kembali Istanbul adalah kerana cuma mengambil panglima-panglima yang bersembahyang tahajud sahaja untuk mengemudi perang.”

Solat Tahajud (Fadhilat)

Sembahyang Tahajud Membawa Kepada Limpahan Rezeki

Sembahyang tahajud iaitu sembahyang sunat dua rakaat, merupakan di antara pelbagai shalat sunat yang disyariatkan oleh Allah. Ia ditunaikan apabila seseorang itu terjaga daripada tidur sementara waktu yang paling sesuai melakukannya adalah di antara sepertiga malam iaitu kira-kira dari pukul 2:30 pagi hingga menjelang subuh. “Kalau nak sembahyang sebelum tidur, iaitu selepas sembahyang isyak pun boleh, tapi lebih eloklah pada sepertiga malam kerana waktu itulah yang paling sesuai untuk seseorang itu membersihkan jiwa serta mendekatkan diri dengan Allah” kata Ustaz Muhd Shafie, setiausaha penasihat syariah sebuah syarikat makanan antarabangsa.

Sebagai seorang yang banyak membuat kajian berhubung shalat tahajud, Mohamad memberi penjelasan lanjut mengenai sembahyang itu ringkas tetapi padat. Beliau memberitahu, walaupun sembahyang tahajud dua rakaat sahaja, ia boleh ditunaikan lebih daripada itu mengikut kemampuan masing-masing. Bagaimanapun sebelum sembahyang tahajud, adalah lebih elok jika ia didahului dengan sembahyang sunat mutlak dua rakaat dan di akhiri dengan sembahyang sunat witir (jika tidak sempat menunaikannya sebelum tidur). Mengenai surah yang sepatutnya dibaca selepas al-fatihah, Mohamad memberitahu, tidak ada surah tertentu yang ditetapkan. “tapi biasannya kita baca surah al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah al-ikhlas pada rakaat kedua. Surah al-Kafirun itu menurut Nabi fadilatnya mewakili 2/3 daripada al-Quran. Surah al-Ikhlas pula mewakili 1/2 al-Quran”.

Selain untuk meningkatkan keimanan, shalat tahajud disyariatkan Allah kerana ia mempuyai banyak hikmah dan keberkatannya. Allah menetapkan waktunya pada sepertiga malam kerana suasana ketika itu amat hening, paling sesuai untuk beribadah, bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah. Perkaa itu kata Mohamad, ditegaskan oleh Allah dalam surah al-Muzammil ayat 6 yang bermaksud; Sebenarnya sembahyang dan ibadah malam lebih kuat kesannya (kepada jiwa) dan lebih tetap betul bacaannya.

“Selepas shalat tahajud, mohonlah ampun kepada Allah”. kata Ustaz Mohamad sambil merujuk kepada hadis Nabi s.a.w yang bermaksud, “Allah turun (kuasa/perintah) pada tiap-tiap malam langit dunia. wahai malaikat, kamu periksa semua makhluk-makhluk di muka bumi. Sesiapa yang bermohon kepadaKu (di sepertiga malam), maka makbulkan doanya. Sesiapa yang meminta kepada Aku, beri. Sesiapa yang meminta ampun kepada Aku, maka ampunkanlah ia”.

Kesempatan itulah ujarnya, yang perlu di raih oleh setiap muslim. “Jadi gunakan waktu itu untuk bertaubat, hampirkan diri dengan Allah supaya menjadi orang beriman. Orang yang selalu sembahyang malam, hatinya bersih, suci, hubungan dengan Allah cukup kuat, patuh perintah Allah dan dikasihi Allah.

Shalat tahajud mempunyai pelbagai hikmah dan fadilatnya. Fadilat itu, ujar Mohamad, antara lain djelaskan Allah dalam surah al-Israa’ ayat 79 bahawa orang yang bersembahyang tahajud akan dibangkitkanNya (di akhirat) di tempat yang terpuji. Ini dijelaskan lagi dalam hadis Rasullulah s.a.w yang bermaksud;

“Wahai manusia, bayakkanlah memberi salam, beri makan kepada orang susah, sembahyang di tengah malam di waktu orang lain sedang tidur, maka kamu masuk syurga. ”

Janji Allah itu cukup jelas kerana orang yang gemar menunaikan tahajud adalah orang yang cintakan Allah, bersih hatinya dan sentiasa memohon ampun kepada Allah untuk menyucikan dirinya daripada dosa. Mereka akan kembali kepada Allah dalam keadaan mulia dan dimasukkan ke syurga”, tegasnya.

Dengan tingkat keimanan yang tinggi, tambah Mohamad, orang-orang yang gemar bershalat tahajud akan mendapat satu lagi keistimewaan yang diingini oleh semua muslim iaitu diambil nyawanya dalam husnul khotimah (mati beriman). Kerana mereka orang-orang yang mulia, malaikat akan mengambil nyawa mereka dengan memberi salam dahulu. Kemudian barulah di ambil nyawanya di dalam keadaan dia tidak berasa sakit”, ujarnya. Demikian untungnya mereka yang gemar bersembahyang tahajud.

Selain dijanjikan syurga, kata Mohamad, orang yang gemar bersembahyang tahajud juga akan dianugerahi Allah dengan pelbagai rezeki seperti hati yang tenang, ilmu yang banyak, murah rezeki, harta terpelihara, kesihatan yang baik, anak-anak berjaya dalam kerjaya dan dihormati masyarakat. Tegas beliau, kerana besarnya fadilat sembahyang tahajud itulah Nabi s.a.w mengajak umatnya menunaikan ibadah tersebut pada setiap malam, tetapi jika tidak mampu, sekali seminggu, sekali sebulan, sekali setahun atau sekali seumur hidup.

Memandangkan besarnya fadilat sembahyang tahajud, tetapi sukarnya untuk menunaikan sembahyang tersebut, Mohamad memberikan ‘petua’ bagi membolehkan kita melakukannya iaitu;

* Tingkatkan keimanan. Ingatlah, sembahyang ini menjadi sesuatu yang berat melainkan bagi hati yang kyusuk. Untuk dapatkan hati yang kyusuk, perlulah dibina dahulu iman di dalam jiwa. Dan seperti satu rantai, orang yang beriman akan bertambah kuat iman serta keyakinan diri mereka apabila kerap bersembahyang tahajud

* Sebelum tidur, sematkan ke dalam fikiran kita untuk bangun pada sepertiga malam, pukul tiga pagi misalnya untuk sembahyang tahajud. Insyallah pada waktu yang dikehendaki itu kita akan terjaga

* Jadikannya ia suatu kebiasaan. Walau kita tidur lewat macam mana pun, buatlah amalan bangun pada waktu yang dikehendaki untuk sembahyang tahajud.

sumber :http://www.loveloveislam.com/2010/10/solat-tahajud.html

Mari Mengaji.



Alif (hamzah)

Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Syidda

Huruf Ba

Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Syiddah - Qalqalah

Huruf Ta'

Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah

Huruf Tsa

Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Huruf Jim

Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Huruf Ha'

Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Huruf Kha

Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan)
Sifat-sifatnta: Hams - Isti'la' - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Huruf Dal

Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Huruf Dzal

Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Huruf Ra

Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Inhiraf -
Takrir

Huruf Zai

Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Shafir

Huruf Sin

Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Shafir

Huruf Syin

Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Tafasysyi

Huruf Shad

Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)
Sifat-sifatnta: Hams - Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Rakhawah - Shafir

Huruf Dhad

Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah)
Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Rakhawah - Istithalah

Huruf Tha

Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit)
Sifat-sifatnta: Jahr = Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Huruf Zha

Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)
Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Ithbaq - Ishmat - Rakhawah

Huruf 'Ain

Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Mutawassith

Huruf Ghain

Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan)
Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Infitah - Ishmat - Rakhawah

Huruf Fa

Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Idzlaq - Rakhawah

Huruf Qaf

Termasuk kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)
Sifat-sifatnta: Jahr - Isti'la' - Infitah - Ishmat - Syiddah - Qalqalah

Huruf Kaf

Termasuk kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Syiddah

Huruf Lam

Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Inhiraf

Huruf Mim

Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Ghunnah

Huruf Nun

Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Idzlaq - Mutawassith - Ghunnah


Huruf Ha'

Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan)
Sifat-sifatnta: Hams - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Khafa'

Huruf Wau

Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)
Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Layin - Khafa'

Huruf Ya

Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr - Istifal - Infitah - Ishmat - Rakhawah - Layin - Khafa'

Sumber :

http://belajartajwid3p.com/search/belajar+tajwid/1
http://belajartajwid3p.com/search/belajar+tajwid/2

Tip Sihat Rasulullah S.A.W



Rasulullah bersabda :

"Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu'min yang lemah ... ... "(HR Muslim)

Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resepi berikut :

SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH


Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara shubuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN


Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.
"Mandi pada hari JUmát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"(HR Muslim)

TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN


Sabda Rasul :

"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

GEMAR BERJALAN KAKI

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2 terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

TIDAK PEMARAH


Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA


Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

Sekian... .Wassalam

semoga kita semua dapat amalkan sunnah Rasulullah...


Sumber : http://ukhwah-dhearty.blogspot.com/search/label/PETUA%20DAN%20TIPS?updated-max=2010-02-21T09%3A48%3A00-08%3A00&max-results=20

Tips Menggembirakan Hati Yang Sengsara, Makan Hati, Sedih dan Kecewa



7 tips asas menggembirakan hati yang sengsara, sedih dan kecewa serta cara untuk berdepan dengan emosi tersebut, saya gabungkan dengan cara saya sendiri. Kita mulakan dengan…

1. Latih Minda Melupakan Kenangan Pahit.

Bunyinya senang nak dibuat, tapi perlu diaplikasi berterusan. Mengaku saja kita sering merasa sedih sebab banyak kali mengingat kenangan pahit atau selalu kembali ke memori silam yang lalu, betul tak? Kita kena cut connection feeling kita dengan emosi yang lalu. Mulai hari ini, tekad untuk melupakan semua tu, selupa yang mungkin, kasi kosong abis! Bulatkan azam untuk memfokus kepada masa depan Kita, cita-cita kita, keluarga, kerjaya, kewangan, keilmuan dan rakan-rakan. Kita takkan dapat melupakan kesemua memori pahit sekaligus, tapi lakukan step by step dengan mengalihkan perhatian Kita kepada perkara lain. Proses ini mengambil masa, tapi ia boleh dipercepatkan dengan disiplin diri.

2. Buang Sikap Risau.

Ada dua kesan dari sikap risau ni, pertama ia menarik nasib tak baik, masalah dan musibah tanpa Kita pinta. Kedua, memberi kesan buruk pada kesihatan kita dari segi fizikal dan mental. Risau membuat kita selalu menjadi sedih dan kecewa, kekadang takut. Untuk buang sikap risau, belajar untuk bertenang dan latih diri kita mengawal diri.

3. Belajar Rajin Bersyukur.

Ucap syukur atas kesemua yang Kita ada, apa saja! Misalnya, ucap syukur kerana Kita masih ada 5 deria yang lengkap, Kita boleh melihat dan menarik nafas tiap kali bangun tidur (dan bukannya bangun terus sakit jantung mahpun sudah berada di ALAM KEDUA), Kita ada kawan rapat yang memahami Kita dan Kita mempunya hanphone kesayangan Kita. Ucap syukur seikhlas hati, sebanyak yang mungkin, seikhlas mungkin hingga rasa syukur tu meresap jauh ke dalam diri Kita. Buat banyak kali dalam sehari.

4. Belajar Menjadi Pemaaf.

Sikap pemaaf dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan emosi-emosi negatif (takut, sedih, kecewa. gusar, menyampah, marah, geram, cemburu, tak puas hati, dendam, busuk hati). Seterusnya, meneutrakan gekombang fikiran negatif yang melekat bersarang di minda kita. Ketahuilah, kita selalu rasa sedih dan kecewa kerana kita tak memaafkan kesalahan diri Kita di masa lalu ataupun Kita tak memaafkan kesalahan orang lain tehadap diri Kita satu ketika dulu, ataupun… Kita susah menerima hakikat perbuatan salah orang lain terhadap diri Kita, yang membuat Kita sedih, kecewa dan geram tahap dewa..belajar menjadi pemaaf dan menghapus semua ni lalu menarik ketenangan datang pada diri kita.

5. Ketawa, ketawa dan terus ketawa.

Ketawa bukan dibuat-buat, tapi biar ketawa yang benar-benar menggembirakan Kita dan menjadikan Kita girang. Tonton video yang lucu, baca cerita yang lucu, dekatkan diri Kita dengan rakan-rakan yang lucu serta cari “funny side” dalam setiap situasi, agar Kita boleh ketawa secara automatik. Ketawa dapat menghilangkan sedih. Buat apa LAYAN kecewa sedangkan Kita boleh ketawa? Come on…

6. Ubah Fikiran


Kita tak boleh merubah situasi yang boleh membuat kita kecewa, sedih dan murung. Tapi, kita boleh merubah fikiran kita dan apa yang kita fikirkan tentang situasi-situasi tersebut walau seburuk manapun ia. Rahsianya, cari sinar mentari disebalik mendungnya awan. Walaupun perkara tidak berpihak kepada Kita, cari cara bagaimana Kita boleh jumpa nilai-nilai positif di dalamnya. Fikir yang baik-baik saja, kerana ia memberi keuntungan jangka masa panjang. Rezeki Kita murah dan segala yang baik-baik datang sendiri pada Kita. Kita menjadi apa yang Kita mahukan. Buat apa fikir yang buruk sedangkan Kita boleh tarik semua yang baik-baik? Fikir yang buruk, Kita dapat yang buruk jawapnya. Ini hukum alam dinamakan hukum sebab dan akibat. Dalam kata yang lebih advance, itu hukum Law Of Attraction.

7. Hati Mesti ‘Keras’.

Bukan keras sembarangan, maksudnya kekerasan hati, kesabaran yang tinggi, pkitai mengawal emosi dan menerima hakikat dengan hati terbuka. Allah menurunkan musibah, permasalahan dan macam-macam lagi bukan sekadar dugaan, tapi balasan pada perbuatan-perbuatan Kita di masa lalu. Buat baik, dibalas baik, begitu juga sebaliknya. Cuba ingat balik kejahatan kecil yang Kita lakukan pada orang lain, mungkin ada walau Kita tak sedar. Itulah perlunya kita bersikap baik dan berfikir yang baik-baik pada semua orang, benda, perkara, situasi dan keadaan. Sebelum masuk tidur, set minda untuk jadi ceria pada keesokan harinya. Lafazkan dengan nada berbisik. Relaks, jangan terlalu mendesak diri. Selepas bangun tidur, katakan pada diri ini adalah hari yang baru untuk Kita.Tekadkan diri untuk menjadikan hari yang baru tu hari yang baik, sungguh baik, sebaik yang mungkin dari hari yang sebelumnya.

semoga tips2 ini akan menjadi ubat kepada hati yang sengsara ye...
insyaALLAh

Sumber : http://ukhwah-dhearty.blogspot.com/2009/08/tips-menggembirakan-hati-yang-sengsara.html?spref=fb

Nilai Sebutir Nasi




Orang tua berkata jangan buang nasi kerana nasi yang terbuang tu menangis. Sebenarnya kata-kata ini menggalakkan kita supaya jangan membazir walaupun sebutir nasi. Orang kita kalau makan nasi memang biasa terbuang nasi.

Bukan hanya sebutir nasi malah berbutir-butir nasi yang melekat di jari terus dibasuh tangan. Malah ramai yang membuang bukan sebutir sepinggan dan mungkin seperiuk pun ada kerana tak habis makan.

Bayangkan jika setiap orang di Malaysia membuang hanya 3 butir nasi sekali makan. Rakyat Malaysia pada Jun 2010 ialah 28.9 juta orang menurut Utusan Malaysia.

Jika setiap kali seorang membuang setiap kali makan cuma 3 butir nasi, sudah menjadi 86.7 juta butir nasi. Ini paling sedikit, benarkah orang kita hanya membuang 3 butir nasi setiap kali makan?

Bayangkan dalam 1 kg beras mengandungi 50,000 butir beras. Jadi dalam 86 700 000 butir nasi di bahagi dengan 50, 000 sudah menjadi 1734 kilo beras terbuang sehari!

1 kilo beras boleh cukup untuk makan seramai 10 orang, maka 1734 kilo beras boleh memberi makan kepada :
1734 X 10 = 17,340 orang.

Ini untuk sekali makan, kebiasaan orang kita makan nasi 2 kali sehari, bayangkan…Sehari boleh menyuap untuk 34,680 orang bagaimana kalau sebulan? Bagaimana kalau setahun?

Mereka yang memerlukan,

Oleh itu janganlah membazir walau pun sebutir nasi. Sebutir nasi sejuta keringat. Jangan membuang walaupun sebutir nasi! Mungkin ini antara hikmah Rasulullah SAW mengajar kita menjilat jari selepas makan supaya sebutir nasi pun tidak membazir.



Sumber : http://idhamlim.blogspot.com/2010/11/nilai-sebutir-nasi.html

Gambar-Gambar Terkini Keadaan Mekah Musim Haji 1431











Sumber : http://ohbayu.com/gambar-terkini-mekah/

Merentasi Dunia : Sejarah Pembuatan Kain Kiswah Kaabah

TEKUN.....Para pekerja kilang Kiswah menjahit kain Ka'abah tekun membentuk ayat-ayat Al-Quran pada kain Ka'abah semasa menerima lawatan para petugas media atas jemputan Kementerian Kebudayaan dan Penerangan Arab Saudi musin Haji 1431 Hijrah di sini, pada Isnin.




Pada ka’bah kita sering melihat adanya Kiswah (kain/selimut hitam penutup ka’bah). Tujuan dari pemasangan kain itu adalah untuk melindungi dinding ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Selain itu kiswah juga berfungsi sebagai hiasan ka’bah. Menurut sejarah, Kabah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa. Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Ka’bah terbuat dari kain tenun.

Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail as diikuti oleh para penerusnya. Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Kabah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.

Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.

Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.

Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.

Penggantian kiswah yang berwarna-warni dari tahun ke tahun, rupanya mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.

Pada era keemasan Islam, , tanggung jawab pembuatan maupun pengadaan kiswah selalu dipikul oleh setiap khalifah yang sedang berkuasa di Hijaz, Arab Saudi pada setiap masanya. Meskipun kiswah selalu menjadi tanggung jawab para khalifah, beberapa raja di luar tanah Hijaz pernah menghadiahkan kiswah kepada pemerintah Hijaz.

Dulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah mesir pada sekitar tahun 950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.

Setiap tahun, kiswah-kiswah indah yang dibuat di Mesir itu diantar ke Makkah melewati jalan darat menggunakan tandu indah yang disebut mahmal. Kiswah beserta hadiah-hadiah lain di dalam mahmal datang bersamaan dengan rombongan haji dari Mesir yang dikepalai oleh seorang amirul hajj.

Amirul hajj itu ditunjuk secara resmi oleh pemerintah Kerajaan Mesir. Dari Mesir, setelah upacara serah terima, mahmal yang dikawal tentara Mesir berangkat ke terusan Suez dengan kapal khusus hingga ke pelabuhan Jeddah. Setibanya di Hijaz, mahmal tersebut diarak dengan upacara sangat meriah menuju ke Mekkah.

Pengiriman kiswah dari Mesir pernah terlambat hingga awal bulan Dzulhijjah. Hal itu terjadi beberapa waktu setelah meletusnya Perang Dunia I. Keterlambatan pengiriman kiswah terjadi akibat suasana yang tidak aman dan kondusif akibat Perang Dunia I.

Melihat situasi yang kurang baik pada saat itu, Raja Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Arab Saudi) mengambil keputusan untuk segera membuat kiswah sendiri mengingat pada tanggal 10 Dzulhijjah, kiswah lama harus diganti dengan kiswah yang baru. Usaha tersebut berhasil dengan pendirian perusahaan tenun yang terdapat di Kampung Jiyad, Mekkah.

Setelah Perang Dunia I berakhir, Raja Farouq I dari Mesir kembali mengirimkan kiswah ke tanah Hijaz. Namun melihat berbagai kondisi pada saat itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi dibawah Raja Abdul Aziz Bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada 1931 di Makkah. Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi hingga saat ini.

Kain kiswah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan-pintalan benang berwarna emas maupun perak bersatu padu merangkai goresan kalam Ilahi. kiswah menjadi sangat berharga, bukan hanya karena firman-firman Allah SWT yang suci yang dipintal pada kiswah, tetapi juga karena keindahan dan eksotisme pintalan benang berwarna emas dan perak pada permukaannya.

Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut memiliki nilai seni yang luar biasa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tidak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Kiswah merupakan simbol kekuatan, kesederhanaan, juga keagungan.


Proses Pembuatan Kain Kiswah

Kiswah pertama kali dibuat dibuat oleh seorang pengrajin bernama Adnan bin Ad dengan bahan baku kulit unta. Namun dalam perkembangannya, kiswah dibuat dari kain sutera. Untuk membuat sebuah kiswah memerlukan 670 kg bahan sutera atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm.

Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak. Sejak 1931, kiswah untuk menutupi Kabah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam pabrik tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern. Di pabrik kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 perajin kiswah.

Dalam pabrik tersebut, kiswah dibuat secara massal. Di sanalah semuanya disiapkan dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo-kilo emas murni dan perak hingga pada pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.

Meskipun kiswah tampak hitam jika dilihat dari luar, namun ternyata bagian dalam kiswah itu berwarna putih. Salah satu kalimat yang tertera dalam pintalan emas kiswah adalah kalimah syahadat, Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah . Surat Ali Imran: 96, Al-Baqarah :144, surat Al-fatihah, surat Al-Ikhlash terpintal indah dalam benang emas untuk menghiasi kiswah.

Kaligrafi yang digunakan untuk menghias kiswah terdiri dari ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan Kabah juga asma-asma Allah yang dimuliakan. Hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari. Karena menggunakan bahan baku dari benda-benda yang sangat berharga seperti sutera, emas, maupun perak, harga kiswah ini menjadi sangat mahal sekitar Rp 50 miliar.

Sehingga setiap tahun Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi harus menyediakan dana sekitar Rp 50 miliar untuk pembuatan kiswah. Menurut sejarah, tradisi penggantian kiswah yang dilakukan setiap tahunnya sudah ada sejak masa Khalifah Al-Mahdi yang merupakan penguasa Dinasti Abbasiyah ke-IV.

Tradisi tersebut bermula ketika, Khalifah al-Mahdi naik haji kemudian penjaga Kabah melapor kepadanya tentang kiswah yang pada saat itu sudah mulai rapuh dan dikhawatirkan akan jatuh. Mendengar laporan yang memprihatinkan itu, Al-Mahdi memerintahkan agar setiap tahun kiswah diganti.

Sejak saat itu, kiswah untuk Ka’bah selalu diganti setiap tahun pada musim haji dan menjadi sebuah tradisi yang harus selalu dijalankan. Dengan demikian tidak ada lagi kiswah yang kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, setiap kiswah hanya memiliki masa pakai Ka’bah selama satu tahun. Bahkan, kiswah bekas dipakai Ka’bah ada yang dipotong-potong kemudian potongan tersebut dijual sebagai penghias rumah maupun kantor.

Sumber :

http://www.gudangmateri.com/2010/08/sejarah-pembuatan-kain-kiswah-kabah.html

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=460661009882&set=a.90495414882.82659.87363369882

Merentasi Benua : Sejarah Baju Kebaya


Baju kebaya dipakai oleh wanita Melayu. Ada dua teori tentang asal baju kebaya. Satu mengatakan perkataan 'kebaya' itu berasal daripada perkataan Arab habaya yang bermaksud pakaian labuh yang berbelah di hadapan. Satu lagi mengatakan pakaian seumpama ini dibawa oleh Portugis ke Melaka, maka sebab itulah kebaya telah lama dipakai di Melaka; bukan sahaja oleh wanita Melayu tetapi juga oleh wanita Cina Peranakan (Baba) dengan sedikit perbezaan dalam potongan dan gaya memakainya.

Baju kebaya yang asal direka labuh hingga ke paras lutut ataupun lebih. Tangannya panjang dan lebar. Bahagian badannya mengikut potongan badan dan melebar ke bawah bermula dari bahagian punggung. Bahagian hadapannya pula berbelah dan berkolar sampai ke kaki baju. Bahagian yang berbelah ini disemat dengan tiga kerongsang berasingan atau yang berangkai dengan rantai halus. Kerongsang ini dikenali sebagai ibu dan anak kerongsang. Kerongsang yang besar dan di atas sekali dipanggil ibu dan dua lagi yang kecil dan dipakai bawah kerongsang ibu dipanggil anak.

Kebaya ada pelbagai gaya. Contohnya di Selangor, kebayanya tidak berkolar. Di Perak pula lengan kebayanya sangat lebar berbanding dengan kebaya di negeri-negeri yang lain. Di Pahang pula, baju kebayanya yang dikenali sebagai baju Riau Pahang mempunyai leher berkolar dan berkancing seperti baju kurung cekak musang tetapi bahagian hadapannya juga berbelah seperti baju kebaya yang lain; malah turut dipasangkan kerongsang di bawah kancingnya yang berbutang itu.

Baju kebaya sesuai untuk pakaian harian dan juga pakaian pengantin. Bagi pakaian harian, baju kebaya sesuai diperbuat daripada kain kapas dan baldu atau sutera (bagi yang berada) dan dipadankan dengan kain sarung. Selendang hanya dikenakan apabila keluar rumah. Bagi pengantin pula, baju kebayanya diperbuat daripada songket dan sepasang dengan kain sarungnya. Selendangnya juga diperbuat daripada songket.


Sumber : http://malaysiana.pnm.my/02/02010101mel_kebaya.htm


Merentasi Benua : Sejarah Baju Kurung



Asal usul dan sejarah pemakaian baju kurung sangat sukar ditentukan. Persoalan tentang siapa yang mula-mula menghasil dan memakainya timbul kerana baju kurung dalam bentuk asalnya telah dipakai oleh pelbagai etnik di wilayah Nusantara. Berdasarkan maklumat dalam Archjadi Judi (1986), baju kurung telah diperkenalkan di Indonesia oleh pedagang Islam dan India. Walau bagaimanapun, potongan baju ini juga dipercayai telah menerima pengaruh Timur Tengah seperti potongan leher berbentuk tunik, iaitu bentuk leher yang mula-mula dipakai oleh orang Arab zaman silam.

Semasa Zaman Kesultanan Melayu Melaka pula, penduduknya telah mempunyai pakaian mereka sendiri, iaitu pakaian baju kurung Melayu asal. Berbeza daripada baju kurung sekarang yang longgar dan labuh, baju yang dipakai oleh mereka ketika itu dalam keadaan ketat dan singkat. Berdasarkan maklumat Sejarah Melayu, Tun Hassan Temenggung merupakan orang pertama mengubah suai bentuk baju kurung asal kepada bentuk baju Melayu yang dipakai kini.
Mohd. Said (1931) menyatakan pakaian baju kurung sekarang berasal dari Johor semasa pemerintahan Almarhum Sultan Abu Bakar pada tahun 1800 di Teluk Belanga, Singapura. Seorang pengkaji sejarah pakaian dan tekstil, Gettinger (1979) pula telah menyatakan baju kurung merupakan pakaian yang dipakai oleh penari istana di Palembang. Beliau juga menyatakan pakaian tersebut popular di Sumatera pada abad ke-20. Tenas Effendy (1989) telah mengumpul ungkapan orang tua di daerah Riau, daerah rumpun Melayu yang terdekat dengan Malaysia (Semenajung Tanah Melayu) tentang baju kurung. Baju kurung yang digambarkan oleh beliau ialah baju kurung teluk belanga atau baju kurung yang dijahit dengan jahitan tulang belut di bahagian leher yang nampak halus dan rapi. Pakaian ini merupakan pakaian wanita yang bersopan dan juga pakaian setiap ahli dalam golongan masyarakat untuk pelbagai majlis dan adat.

Mengikut Siti Zainon (2006) pula, baju kurung ialah pakaian yang popular di kalangan orang Melayu. Pakaian ini merujuk kepada pola panjang untuk baju wanita, manakala pola pendek untuk baju lelaki. Baju kurung mempunyai ciri khusus yang membezakannya dengan pakaian lain. Pengertian kurung mempunyai persamaan dengan konsep pakaian menutup anggota tubuh. Ciri ini didapati menepati dengan konsep cara Melayu selepas kedatangan Islam. Beliau juga telah mendapati pelbagai jenis kurung mendapat inspirasi daripada baju kurung, antaranya ialah Kurung Kedah, Kurung Cekak Musang, Kurung Teluk Belanga dan Kurung Pesak Gantung. Kini baju kurung yang labuh paras lutut hanya disebut sebagai baju kurung sahaja dan telah dikhususkan untuk pakaian wanita.

Dari segi sejarah pula, baju kurung lelaki dan wanita pada asalnya dinamakan baju kurung teluk belanga. Nama itu diambil daripada nama suatu tempat di Teluk Belanga, Singapura, sempena pemakaian baju tersebut oleh Sultan Abu Bakar semasa bersemayam di sana. Nama baju itu diberi berasaskan perubahan oleh baginda, khususnya daripada segi potongan yang lebih anggun dan jahitan yang lebih halus dengan memperkenalkan jahit tangan tulang belut di bahagian leher dan sembat di bahagian kelim dan kelepet (Azah Aziz 2006).


Merentasi Benua : Sejarah Baju Melayu



Kini pakaian tradisional kaum lelaki Melayu yakni baju Melayu sudah berusia lebih kurang 700 tahun. Ini dikira sejak Sultan Muhammad Syah (1424-1444) , memberi titah, ‘ di larang memakai cara Atas Angin (Arab termasuk China) , cara Keling(ga/gi)….’ (Sejarah Melayu). Sebaliknya apabila baginda menunaikan fardu solat Hari Raya, baginda menyarung baju Melayu (dipakai cara sarung, lengkap destar.

Tiba di masjid barulah baginda mengena jubah (pakaian Atas Angin). Dalam teks Hikayat Hang Tuah pula diperikan memakai Cara Melayu = termasuk segala peralatan pakaian kebesaran diraja ditambah dengan tingkah laku sopan yang selaras dengan pegangan Islam. Dalam sejarah melayu juga dikatakan bahawa baju melayu yang di pakai oleh rakyat melaka singkat dan sendat, tetapi seorang pembesar melayu telah memanjangkannya dan membesarkan pesaknya, maka terbentuklah baju melayu seperti sekarang. Persoalannya kenapa baju kurung Cekak Musang berhias lima butir kancing atau butang? Dua butir bertindih di cekak leher, dan diikuti dengan tiga butir di bahgian bawah (belahan).

Menurut seorang bekas budayaawan dari UKM, dari segi entnografi sosiobudaya kancing itulah lambang keharmonian rumah tangga masyarakat melayu. Dua butir bertindih di bahagian atas ibarat kerukunan diantara pasangan suami isteri = ayah ibu. Tiga butir di bawahnya melambangkan tiga orang anak mereka = sulung, tengah dan bungsu. Ini sekadar pandangan umum. Kalau anak mereka hanya satu atau lebih lima orang maka tujuh butir lah butangnya, atau sebutir seperti baju Melayu Teluk Belanga?

Sebenarnya bukan begitu. Menurut Azah Aziz (Mak Engku),
Tujuh butir untuk kalangan bangsawan atau raja di istana!
Dalam hal ini kita juga harus merujuk kepada sistem nombor, yang juga wujud dalam rekabentuk keris = berlok 3 – 11. Lok 11 ialah milik Sultan = pemerintah termasuk Ratu, lok 9 (Cik Siti Wan Kembang), lok 5 untuk bendahara dan anak-anak raja. Begitu juga tangga rumah Melayu dikira berurutan 3-9 mata. Bumbung perabung Masjid Kampung Laut 3-5 tinggat. Kajian seni rupa Melayu harus lagi merujuk kepada filsafat Nakula. Nah, disini dapat kita lihat bahawa betapa berilmu dan berseninya bangsa melayu yang sering dikatakan pelupa ini. Siapa kata orang melayu bukan bangsa filosuf. Walaupun karya filosufi kita tidak dicatatkan dengan tinta atau di cetak ia tidak bermakna kita buta falsafah.

Dalam Islam semua nombor hanya di kira dari 1- 9. Dalam kiraan ilmu keislamanan kita boleh merujuk langsung kepada 5 = rukun Islam, atau 6 Rukun Iman. Jadi setujukah anda dengan jumlah butir baju Melayu Cekak Musang mengira jumlah 5 sesuai dengan pegangan kita, Rukun Islam. Insya Allah sesuai dengan fahaman kita terutama dalam konsep Dakwah yang paling sederhana, ” Salah satu pokok da’wah itu ialah ‘HUSNUL JIWARI – iaitu pergaulan yang baik dengan tetangga dekat . Inilah yang dihurai oleh Prof Dr HAMKA (lih.Prinsip Kebijaksanaan
Da’wah Islam, Pustaka Melayu Baru, K.L.1981,hal.13).

Sekarang anda buatlah kesimpulan samaada anda masih lagi merasakan bangsa kita tidak setanding atau sehebat bangsa lain. Adakah benar seperti apa yang dikatakan oleh orientalis barat bahawa orang Melayu hanya memakai cawat dan ada yang bertelanjang. Jadi jika anda terserempak dengan seseorang di sekitar Kuala Lumpur dengan berbaju Melayu cekak musang atau teluk Belanga, janganlah anda memandang lekeh atau menghina. Berkemungkinan besar orang itu adalah saya kerana baju melayu adalah pakaian harian saya.

Sumber : http://berita-harian-online.com/sejarah-baju-melayu/

Merentasi Benua : Corak Pakaian Wanita Hui di China

Kaum wanita etnik Hui di China sentiasa memakai tudung kain sutera yang berwarna hijau. Fesyen pakaian dan hiasan kepala wanita etnik tersebut mempunyai keistimewaan yang bersifat etnik dan unsur tempatan yang tebal. Hari ini, kita akan bersama-sama mengetahui pelbagai corak pakaian etnik Hui di China.

Fesyen pakaian yang mempunyai keistimewaan itu telah lama wujud dan telah mengalami perubahan yang besar di Wilayah Autonomi Hui Ningxia China, iaitu kawasan yang didiami oleh penduduk Islam terbesar di China. Menurut sejarah sejak ratusan tahun yang lalu, pakaian etnik Hui telah beberapa kali mengalami perubahan.

Kebelakangan ini, pereka pakaian cuba untuk menambah unsur-unsur moden terhadap pakaian tradisional etnik Hui. Warna, corak dan kualiti pakaiannya semakin diperkayakan.

Kaum lelaki dan wanita etnik ini gemar memakai baju yang bercampur-campur warnanya. Kaum lelaki gemar memakai kopiah berwarna putih, hitam dan merah yang diperbuat daripada kain kapas dan sulaman. Kaum wanitanya pula gemar memakai tudung berwarna hitam, putih dan hijau. Selain warna tersebut, terdapat warna-warna merah dan biru. Kebanyakan tudung kain sutera diperbuat daripada kain kapas dengan reka bentuk tudung yang mengalami perubahan yang besar daripada rekaan tradisionalnya.

Masjid Najiahu terletak di Kaunti Yongning Bandar Yinchuan Wilayah Autonomi Ningxia. Imam muda dari masjid ini memakai kopiah berwarna putih dan sut longgar yang bersih. Kebanyakan jemaah yang bersembahyang juga memakai pakaian seperti itu.

Bilangan penduduk etnik Hui merupakan 84.5% daripada 354 ribu orang penduduk yang tinggal di kaunti Tongxin Wilayah Autonomi Hui Ningxia. Kebanyakan kaum wanitanya yang sudah berkahwin memakai tudung berwarna biru muda dan berpakaian biasa. Kaum lelaki memakai kopiah berwarna putih dan memakai sut longgar. Gadis-gadis etnik Hui pula gemar memakai tudung berwarna putih manakala gadis yang belajar di sekolah bahasa Arab Tongxin memakai jubah labuh.

Pakar penyelidikan fesyen pakaian etnik Hui Akademi Sains dan Sosial Wilayah Autonomi Ningxia, Tao Hong berkata proses perubahan fesyen pakaian etnik Hui adalah selaras dengan proses pertembungan antara budaya Arab dengan budaya China, yang merupakan proses adat resam dan corak pakaian seharian.

Menurut pakar penyelidikan budaya etnik Hui, pembentukan etnik Hui bermula pada penghujung Dinasti Yuan dan pada awal Dinasti Ming. Pembentukan corak pakaian etnik Hui selaras dengan pembentukan etnik Hui. Corak pakaian itu turut dipengaruhi oleh pakaian penduduk etnik-etnik di Asia Tengah dan Asia barat serta gaya pakaian etnik semula jadi, namun begitu corak pakaian etnik Hui tidak bertembung dengan corak pakaian etnik Han, dan keadaan ini diwarisi secara berterusan.

Menurut beliau, sekalipun corak pakaian etnik Hui mengalami perubahan, tetapi pada asasnya perubahan itu tidak ketara. Fesyen pakaian etnik Hui memperlihatkan corak pakaian yang panjang dan ketat. Penduduk tempatan memakai pakaian yang tidak terdedah di kawasan-kawasan yang didiami oleh penduduk etnik Hui yang taat dengan ajaran Islam.

Seramai lebih 2.1 juta orang penduduk etnik Hui tinggal di Wilayah Autonomi Hui Ningxia. Sebuah Muzium fesyen pakaian etnik Hui telah dibangunkan di kaunti Tongxin Wilayah Autonomi Hui Ningxia untuk mengumpul dan melindungi tapak peninggalan sejarah dan warisan budaya fesyen pakaian etnik Hui yang sangat bernilai. CRI/-


Sumber : Drs Khalid Idham Lim