Ahad, 31 Oktober 2010

Browsing Internet dengan Cepat




Browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat anda menyukai, berbagai cara dilakukan untuk mempercepatan kelajuan internet baik menggunakan software agar perhubungan internet menjadi lebih cepat mahupun menggunakan setting tertentu yang dirasakan boleh mempercepatan perhubungan internet.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat perhubungan didalm internet :

A. Menggubah setting bandwith pada windows (Hanya diuji pada )

Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk menghunbungkan internet sebanyak 20% dari jumlah bandwidth yang seharusnya secara maksimum ingin menambah bandwidth internet supaya hubungan dengan lebih cepat dan laju anda boleh menggunakan dengan cara mengurangkan atau mengosongkan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita boleh digunakan secara maksimum dalam menggunakan bandwidth ada.

Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :


1. Klik Start
2. Klik Run
3. Taip gpedit.msc
4. Kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik (buka) Administrative
6. Kemudian klik (buka) Network
7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply, dan terus Ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer

B. Pakai browser Google Chrome atau Apple Safari

Versi terbaru dari browser Chrome dan Safari sangatlah cepat bila dibandingkan dengan Firefox ataupun Internet Explorer (sudah dicuba dan terbukti memang jauh lebih cepat).Pakailah Google Chrome selain cepat, Chrome lebih mudah dibanding dengan Safari, walau dalam beberapa hal Safari kadang lebih cepat dari Chrome.

Kalau anda sudah terbiasa menggunakan Firefox dan tidak ingin beralih ke browser lagi, sila tambahkan Add-on “Adblock” untuk memblok iklan, gambar, dan flash yang aktif. Ada beberapa Add-on lagi dari Firefox seperti NoScript yang boleh mempercepat akses internet, tapi sayangnya kalau kebanyakan Add-on, kadang memperlambatkan akses dari browser Firefox sendiri.

C. Perbesar cache browser hingga 5% dari kapasiti Harddisk atau 1 – 2 GB

Cara ini terbukti efektif untuk mempercepat akses browser.

Cara ini hanya berlaku sekiranya harddisk cukup besar. Pada umumnya masing-masing browser yang sudah ada kapasiti cachenya, ada yang automatik

Nasihat Bagi Muslimah : Cara Memafaatkan Waktu


Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan. Na'udzubillah. Orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat.
Dari Abdullah Ibnu Mas'ud RA bahwasanya dia berkata: "Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku."
Maka perlu Anda ketahui beberapa hal wahai ukhti muslimah tentang bagaimana memanfaatkan waktumu:

1. Membaca bacaan yang bermanfaat

Wahai ukhti muslimah, hendaklah engkau memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim dan menghafal serta mendengarkannya. Rasul SAWbersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an sedang dia terbata-bata dalam membacanya serta kesulitan dalam membacanya maka dia mendapatkan dua pahala, sedangkan orang yang membaca dengan mahir maka dia bersama para penulis kitab (malaikat) yang mulia lagi berbakti." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Berdzikir kepada Allah

Ini adalah amalan yang mudah, setiap orang mampu melakukannya, baik orang kaya maupun miskin, orang yang berilmu maupun jahil, orang merdeka atau budak, laki-laki maupun wanita, besar ataupun kecil.

Wahai ukhti muslimah, hendaknya engkau berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, dan jadikanlah berdzikir sebagai amalan yang mengisi hari-harimu, lebih-lebih lagi hal itu merupakan amalan yang amat mudah engkau lakukan.

Rasulullah SAW telah mengabarkan perbedaan antara orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir, seperti perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati. Sabda Rasul SAW :

"Barangsiapa yang bangun di malam hari kemudian mengucapkan:
Laa ilaha illallahu wah dahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu biyadihil khair yuhyii wayumiitu wahuwa 'ala kulli syaiin qadiir. SubhaanAllahi Walhamdulillaahi walaa ilaha illallahu waAllaahu akbar walaa haula wala quwwata illaa billaahi.

kemudian dia berdo'a : Allaahummagfirli.
(Ya Allah ampunilah aku) niscaya akan diterima do' anya. Dan jika dia berwudhu (untuk shalat) niscaya diterima shalatnya". (HR. Al-Bukhari).

3. Mendidik anak-anak

Wahai ukhti muslimah, mendidik anak-anak merupakan tanggung jawab yang agung, tugas itu merupakan tanggung jawab yang besar bagimu. Karena laki-laki lebih banyak kesibukannya daripada wanita dan lebih sedikit tinggal di rumah. Adapun seorang ibu lebih dekat kepada anak-anaknya dan lebih banyak di rumah.

4. Memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang mungkar
Dari Abu Said Al-Khudri RA dia berkata:

"Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barang-siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan (nasihat). Dan jika tidak mampu maka hendaklah meng-ubahnya dengan hati (tidak senang dengan kemungkaran itu) dan itulah selemah-lemah iman'." (HR. Muslim).
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan wanita muslimah dalam menjaga waktunya:

1. Hendaklah dia senantiasa merasa diawasi Allah Ta'ala dan takut kepadaNya.
Seorang wanita muslimah yang merasa diawasi oleh Allah SWT, takut kepadaNya dan merasa takut akan hukumanNya serta mengharapkan pengampunanNya tidak mungkin menyia-nyiakan waktunya tanpa faedah, bahkan dia lebih semangat untuk mengoreksi dirinya setiap saat.

2. Wanita muslimah hendaklah mengetahui waktu dan tempat yang mempunyai keutamaan.
Wanita muslimah perlu mengambil faedah, dengan mengetahui waktu-waktu dan tempat-tempat yang mempunyai keutamaan. Misalnya, kapan dilipatganda-kannya pahala setiap amalan. Di antaranya adalah sepertiga akhir malam. Ia merupakan waktu yang utama dan waktu dikabulkannya do'a.

3. Wanita muslimah hendaknya mengetahui kewajiban-kewajibannya.
Di antaranya kewajiban kepada Rabb-nya, kewajiban kepada orang tuanya, kewajiban kepada suaminya, kewajiban terhadap anaknya, kewajiban terhadap kaum kerabatnya, kewajiban terhadap tetangga, kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan kewajiban terhadap masyarakatnya.

Wanita muslimah harus mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat tersebut karena disibukkan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan istri. Sebab shalat merupakan tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan-nya berarti dia telah merobohkan agama. Shalat merupakan amal yang paling utama.

Diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud RA dia berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW apakah amal yang paling utama?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, " Berbakti kepada orang tua." Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah." (Muttafaq Alaih).

Wanita muslimah yang taat tidak merasa cukup hanya melaksanakan shalat wajib lima waktu, tetapi juga melaksanakan shalat-shalat sunnah rawatib dan nawafil (sunnah secara mutlak), sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti shalat dhuha dan shalat tahajud. Sebab shalat-shalat sunah ini dapat mendekatkan hamba kepada Rabb -nya, mendatangkan kecintaan Allah dan ridhaNya, menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih, taat dan beruntung.

Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist qudsy Allah berfirman:
"Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya". (HR.Al-Bukhari).

Dan hal-hal lain yang merupakan kewajiban seorang wanita muslimah, dan jangan lupa memohon taufik kepada Allah untuk merealisasikan semua itu!

4. Hendaklah seorang wanita muslimah memilih majlis yang baik.
Seorang manusia sesuai tabiatnya tidak mungkin hidup sendiri bahkan dia harus mempunyai teman duduk, dan yang paling ideal adalah teman duduk yang mempunyai akhlak yang mulia. Sebagaimana sabda Nabi SAW :

"Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dengan seorang pandai besi". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Mudah-mudahan Allah Taala memberi kekuatan kepada kita agar senantiasa dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. AmiMaraji: Kaifa Taqdhi Al-Maratul MuslimahWaqtaha: Sulaiman Ibnu Muhammad, Risalah Ila Kulli Muslim: Abdullah Ibnu Jarullah Ibrahim Al-Jarullah, Syakhshiyah Al-Mar'ah Al-Muslimah: Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimy dan Hadits Arba'in An-Nawawi.

Disediakan oleh:Ustaz Ibrahim b Zakaria
PENGETUA
MAAHAD TAHFIZ AL-QURAN DAR AL-ABRAR (MTD) SERI MANJUNG PERAK
Sumbangan Zakat/Derma bolehlah disalurkan ke dalam akaun Bank Muamalat no.08030002138714
NO.TEL 05-6883659 H/P 019-2627636

10 Teknik Cara-Cara Menghafal Al_Quran




Sebelum Menghafal

1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal.
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal.
4. Berada dalam keadaan tenang.
5. Kosongkan fikiran sebelum menghafal.
6. Pilih sebuah jenis mashaf dan jangan ubah dengan jenis mashaf lain.
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mula menghafal.
8. Membaca ayat 164 surah Al-Baqarah sebelum mula menghafal.

Teknik Menghafal

A. Teknik "Chunking"
1. Memisah-misahkan sepotong ayat yang panjang kepada beberapa bahagian yang sesuai mengikut arahan guru.
2. Memisah-misahkan selembar mukasurat kepada beberapa bahagian (2 atau 3 bahagian) yang sesuai.
3. Memisah-misahkan surah kepada beberapa bahagian, contohnya mengikut pertukaran cerita.
4. Memisah-misahkan juz kepada beberapa bahagian mengikut surah, hizib, rubu', cerita dan sebagainya.
5. Memisah-misahkan Al-Qur'an kepada kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya.

B. Teknik Mengulang
1. Membaca sepotong atau sebahagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mula menghafalnya.
2. Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih) sebelum berpindah ke ayat seterusnya.
3. Selepas menghafal setiap setengah mukasurat, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bahagian yang kedua.
4. Selepas menghafal satu mukasurat diulang beberapa kali sebelum diteruskan ke muka surat seterusnya.
5. Sebelum menghafal bahagian Al-Qur'an seterusnya, harus diulang bahagian yang sebelumnya.

C. Teknik Tumpu dan Ingat
1. Menumpukan penglihatan kepada ayat, mukasurat dan lebaran.
2. Pejamkan mata dan cuba melihatnya dengan minda.
3. Sekiranya masih lagi kabur, buka mata dan tumpukan kembali kepada mashaf.
4. Ulanglah sehingga dapat melihat ayat atau mukasurat tersebut dengan mata tertutup.

D. Teknik Menghafal Dengan Seorang Teman

1. Pilih seorang teman yang sama minat.
2. Orang yang pertama membaca dengan disemak oleh orang yang kedua.
3. Orang yang kedua membaca dengan disemak oleh orang yang pertama.
4. Saling menebuk ayat antara satu sama lain.



E. Teknik Mendengar Kaset
1. Pilih seorang qari' yang baik bagi seluruh Al-Qur'an atau beberapa qari' bagi surah-surah tertentu.
2. Sebelum mula menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali.
3. Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari' tersebut sehingga terpahat di fikiran.
4. Mula menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari' tersebut.
5. Sentiasa mendengar kaset bacaan Al-Qur'an dan kurangkan atau tinggalkan pendengaran lagu kerana ia akan mengganggu penghafalan.

F. Teknik Merakamkan Suara
1. Rakamkan bacaan kita di dalam kaset dan dengar semula untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul.
2. Bagi kanak-kanak, rakamkan bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut. Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rakaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya.

G. Teknik Menulis
1. Tulis kembali mukasurat yang telah dihafal.
2. Kemudian semak semula dengan mashaf.
3. Menulis setiap ayat pertama awal mukasurat, atau setiap rubu', atau setiap juz, atau setiap surah dalam satu helai kertas.

H. Teknik "Pointers" dan "Keyword"
1. Buat beberapa kotak.
2. Setiap kotak merupakan satu mukasurat.
3. Catit dalam kotak tersebut beberapa perkataan yang menjadi keyword bagi mukasurat tersebut.
4. Merenung dan membayangkan kotak tersebut dalam ingatan.

I. Teknik Menghafal Sebelum Tidur
1. Membaca atau menghafal beberapa potong ayat sebelum tidur.
2. Semasa melelapkan mata, dengar kaset bacaan ayat-ayat tersebut dan bayangkan posisi-nya di minda kita.
3. Dengar kembali dari awal surah, juz atau hizib, atau mana-mana yang sesuai sehingga ayat yang telah dihafal. Cuba bayangkan ayat-ayat yang didengar dari kaset di minda kita.

J. Teknik "Mindmaping"
1. Bagi setiap Juz, buat 8 cabang, setiap cabang satu rubu'. Tulis ayat pertama rubu' tersebut dicabangnya.
2. Bagi setiap surah, buat cabang bagi setiap pertukaran cerita atau rubu'.
3. Bagi setiap 10 juz, buat cabang bagi setiap juz, dan cabang yang lebih kecil bagi rubu'.
Mengekalkan Hafalan
1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati.
2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika belayar, selepas azan dan lain-lain lagi.
3. Kerjakan solat hajat kepada Allah.
4. Kerjakan solat Taqwiyatul hifz.
5. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya.
6. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam.
7. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk.
8. Menulis setiap ayat yang mutashabih.

Disediakan oleh:
Ustaz Ibrahim b Zakaria
PENGETUA
MAAHAD TAHFIZ AL-QURAN DAR AL-ABRAR (MTD) SERI MANJUNG PERAK

Sumbangan Zakat/Derma bolehlah disalurkan ke dalam akaun Bank Muamalat no.08030002138714/CIMB Bank no. 08150000173109 .
NO.TEL 05-6883659 H/P 019-2627636

HALALkah makanan di Kopitiam "OLD TOWN WHITE COFFEE" & "PAK HAINAM"?




"HALAL KE OLD TOWN WHITE COFFEE & Pak Hainan Kopitiam ni?" Wallahualam.Saya pun kurang pasti.Saya dapat artikel ini dari kawan..diforward dari org lain..saya tambah beberapa info yg saya jumpa (Old Town White Coffee tiada dalam HALAL Malaysia directory , sijil Halal Jabatan agama islam perak untuk Old Town White Coffee).Untuk maklumat lanjut sila baca emel ini sepenuhnya. WHITE COFFEE Oldtown Kopitiam 'WCOK' telah beroperasi bermula sekitar tahun 1999. Dimana diawal penubuhan status HALAL sebenarnya telah diragui lagi.

Beberapa produk yang harus diragui STATUS HALAL & dikenalpasti HARAMnya ialah:-
-Nissin Noodles (Mee Segera Nissin Noodles) yang diimport dari Hong Kong (tertulis dipaket bungkusan) .klu tgk di pasaraya Nissin mee ni terang2 diletakkan ni NON halal food area.

Nissin Noodles Non Halal (at supermarket)

Nissin Noodle on Old Town White Coffee Menu

Nissin Noodle on "Pak Hainan Kopitiam" Menu

-Daging Salai yang digunakan pada hidangan Sandwish & Nissin Noodles juga diragui status halalnya. Ini kerana pada waktu awal penubuhan White Coffee Oldtown Kopitiam 1999 tiada dipasaran Malaysia yang menjual Daging Salai HALAL. Perkara ini anda boleh rujuk kepada para penyelidik, pensyarah & pelajar di Fakulti/ Jabatan Perhotelan @ F&B / Food & Beverages.

-Minyak yang digunakan didalam penyediaan menu ' Ipoh Ho Fun @ Ipoh Kuew Teaw Sup'. Minyak tersebut dihasilkan sendiri oleh WCOK dan tidak terdapat dipasaran. Hanya diberitahu ianya minyak udang. Tetapi adakah ianya benar & tiada campuran lain?

-Herbal Jelly adalah produk yang diimport daripada China . Diberitakan, antara isi kandungannya adalah kulit kura-kura. Khasiatnya dikatakan dapat memanaskan anggota dalaman badan (persoalannya - bolehkan UMAT ISLAM makan yang terhasil daripada KURA-KURA)

Apa yang membuatkan UMAT ISLAM diMalaysia TERPEDAYA dengan status HALALnya ialah salinan sijil HALAL yang dikeluarkan oleh JABATAN AGAMA ISLAM PERAK @ 'JAIPK' pada beberapa produknya dijaja dengan mengatakan JAIPK akan memberi STATUS HALAL pada semua produknya yang sehiingga kini (dari awal penubuhnnya-dekat 10tahun dah) masih lagi tidak diperoleh Sila layari laman Web WCOK. Hanya sijil halal bagi beberapa produk yang disahkan oleh JAIPK yang dijajanya. Berbagai anugerah telah diperolehi, namun STATUS HALAL BAGI RESTORENNYA masih lagi TIDAK BERJAYA DIPEROLEHI. KENAPA & MENGAPA? Maka itulah umat islam dinegara ini terpedaya dengan helah apabila nama JAIPK digunakan.Untuk pegetahuan saudara/saudari sijil HALAL Jabatan Agama Islam Perak dikeluarkan hanya untuk beberapa produk Old Town White Coffe je (semuanya minuman)


-OLDTOWN WHITE COFFEE 3 in 1 Classic
-OLDTOWN WHITE COFFEE 3 in 1 Hazelnut
-OLDTOWN WHITE COFFEE 3 in 1 Ice Cold
-OLDTOWN WHITE COFFEE 3 in 1 - Mild
-OLDTOWN WHITE COFFEE 3 in 1 - natural cane sugar
-OLDTOWN WHITE COFFEE 3 in 1 Coffee and Creamer
-OLDTOWN WHITE MILK TEA 3 in 1
-Instant White Coffee
-Chocolate Powder
-Instant Tea
-White Milk tea
-Ice Blended Coffee
-Ice Blended White Milk Tea
-Hazelnut Flavor
-Mocha Powder


Selain daripada penyalahgunaan Sijil Halal yang dikeluarkan oleh JAIPK umat islam juga terpedaya dengan paparan pekerja islam yang diambil bekerja. Dimana dengan mengatakan yakni makanan yang dihidangkan adalah halal, maka pekerja-pekerja islam ini telah terpedaya untuk berkerja seterusnya menjadi penipuan yang tidak diketahui mengenai status halal makanan direstoren tersebut. Bagi pengunjung-pengunjung, apabila melihat Sijil HALAL yang dipaparkan (yang dikeluarkan oleh JAIPK bg sesetengah produk sahaja & bukan yang dikeluarkan oleh JAKIM yakni pengesahan makanan yang dihidangkan oleh restoren terbabit adalah HALAL semuanya) serta pekerja-pekerja islam (yang tidak mengetahui akan Status Non-HALAL yang dihidangkan.Siap pakai tudung lagi) maka dengan mudahnya mereka memasuki dan menjamahnya.

Seperti apa yang berlaku di KULIM, KEDAH bagi Kopitiam PAK'HAINAN (juga 'TIDAK HALAL'). Sungguh menyedihkan apabila pengurus restoren beragama Islam dan berbangsa Melayu tidak mengendahkan & mengetahui status HALAL bagi makanan yang dihidangkan. Papan tanda diluar restoren juga sungguh besar menunjukkan pekerja islamnya memakai tudung menghidangkan makanan.

Begitu juga yang berlaku di TESCO Seberang Jaya, Perai pula Kopitiam WHITE HOUSE (juga 'TIDAK HALAL') selain menghidangkan `noodles @ mee' yang TIDAK HALAL dan beberapa menu lagi yang tidak diketahui Status HALAL HARAMnya, mereka juga dengan selamba & tampa rasa bersalah mengunakan LOGO HALAL JAKIM TANPA KELULUSAN (sila semak di http://www.halal.gov.my/directory/ - tiada rekod sijil halal dikeluarkan oleh jakim untuk Old town white coffe). Apabila ditanya, mereka menjawab produk mereka semuanya HALAL. Dan apa buktinya bagi Noodles @ Mee Import yang dihidangkan dan beberapa produk lain, tidak tahu jawapannnya.


Old Town White Coffee Using JAKIM HALAL Malaysia Sign without permit

Selain itu, walaupun WCOK telah membuka sehingga melebihi 100 cawangan dari tahun 1999-2008 diseluruh negara yakni dari utara hingga ke selatan namun STATUS HALALnya masih lagi tidak diperolehi. Dalam masa 10tahun, 100 cawangan telah berjaya dibuka dengan menghidangkan kepada UMAT ISLAM MALAYSIA makanan yang HARAM. Dan sungguh menyedihkan apabila pihak JAKIM selaku pihak Jabatan Agama yang bertanggungjawab dinegara ini mengambil sikap berdiam diri. Adakah seseorang dijabatan ini telah disogok agar tiada isu dibangkitkan & tindakan diambil walaupun sebenarnya telah ada aduan yang dibuat(boleh semak di sini http://www.halal.gov.my/aduan_siar.php - dah ada aduan tetapi tindakan masih juga belum diambil). Apakah pihak di JAKIM hanya melihat kepentingan yang akan diperolehi dengan tindakan ini tetapi tidak PERHINTUNGAN di PADANG MASYAR nanti? Apakah perlu adanya aduan baru ada tindakan? Sedangkan pihak JAKIM telah melihat begitu ramai umat islam menjamah makanan di `WHITE COFFEE OLDTOWN KOPITIAM' yang 'TIADASTATUS HALAL' dan kini terbukti 'TIDAK HALAL' nya. Adakah tiada pemantauan dan tindakan bagi pihak yang `TIDAK MENDAPAT KEBENARAN/ KELULUSAN' menggunakan logo halal jakim sesuka hati?

Hanya beberapa Kopitiam sahaja yang prihatin & dilihat telah mendapat `PENGESAHAN SIJIL HALAL JAKIM' walaupun baru setahun jagung dibuka. Seperti SWENZ KOPITIAM & KAPITAN KOPITIAM.

Jawapannya MUDAH, ini kerana sesetengah hidangan makanan yang dihidangkan di Rangkaian Kopitiam seperti:-

-WHITE COFFEE OLDTOWN Kopitiam,
- NEWTOWN Kopitiam
-WHITE HOUSE Kopitiam
-PAK HAINAN Kopitiam
-JOM BALI Kopitiam
adalah 'TIDAK HALAL'
To check Halal product listing please go to: http://www.halal.gov.my/directory/
KALAU BETUL TIDAK HALAL kenapa masih belum ada tindakan diambil oleh JAKIM atau mana2 badan yang berkenaan? sedangkan premis boleh menggunakan simbol Halal sewenang-wenangkan di banner dan pintu masuk..

Kalau BETUL HALAL , kenapa tiada sijil yang dikeluarkan untuk premis ni??

TOLONG LAH MANA2 PIHAK YG DIPERTANGGUNGJAWABKAN SILA AMBIL SERIUS PERKARA INI..
--
regards,
ﺠﻔﺮﻱ مصطفى
Jefri Mustapa

Jom Memancing Di Pulau Sembilan & Pulau Besar, Perak

Gambar aktiviti pancing sekitar Pulau Sembilan dan Pulau Besar oleh Mat Kenny

18 kilo tu...

Lokasi yang menarik bagi kaki-kaki pancing.



http://lekirlink.blogspot.com/2010/09/pancing-di-pulau-sembilan-pulau-besar.html

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW




KHUTBAH INI DISAMPAIKAN PADA 9 ZULHIJJAH TAHUN 10 HIJRAH DI LEMBAH URANAH, GUNUNG ARAFAH

Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakana. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini..

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang muslim sebagai amanah yang suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui TUHAN kamu, dan DIA pasti membuat perhitungan di atas sergala amalan kamu. ALLAH telah mengharamkan riba. Oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai hak diatas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak suka ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini. Sembahlah ALLAH, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan ramadhan dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam taqwa dan beramal soleh.

Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap ALLAH pada suatu hari untuk dipertanggungjawabk an di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi nabi dan rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikannya pula kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang mendengar terus dariku. Saksikanlah ya ALLAH bahawasanya telah aku sampaikan risalahmu kepada hamba-hambamu…

Lima Tanda Hati Keras Membatu






Oleh : Uda Firdaus Abd Rahim

Hati adalah sumber ilham dan pertimbangan, tempat lahirnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan sikap degil, ketenangan dan kebimbangan. Hati juga sumber kebahagiaan jika kita mampu membersihkannya namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika kita gemar menodainya. Aktiviti yang dilakukan sering berpunca daripada lurus atau bengkoknya hati. Abu Hurairah lah.a. berkata,

"Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentera. Jika raja itu baik, maka akan baik pula lah tenteranya.. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tenteranya".

Hati yang keras mempunyai tanda-tanda yang boleh dikenali, di antara yang terpenting adalah seperti berikut:

1. Malas melakukan ketaatan dan amal kebajikan Terutama malas untuk melaksanakan ibadah, malah mungkin memandang ringan. Misalnya tidak serius dalam menunaikan solat, atau berasa berat dan enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifatkan kaum munafikin dalam firman-Nya yang bermaksud,

"Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (Surah At-Taubah, ayat 54)

2. Tidak berasa gerun dengan ayat al-Quran Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, hatinya tidak terpengaruh sama sekali, tidak mahu khusyuk atau tunduk, dan juga lalai daripada membaca al-Quran serta mendengarkannya. Bahkan enggan dan berpaling daripadanya. Sedangkan Allah S.W.T memberi ingatan yang ertinya,

"Maka beri peringatanlah dengan al-Quran orang yang takut dengan ancaman Ku." (Surah Al-Qaf, ayat 45)

3. Berlebihan mencintai dunia dan melupakan akhirat Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata-ma ta. Segala sesuatu ditimbang dari segi keperluan dunia. Cinta, benci dan hubungan sesama manusia hanya untuk urusan dunia sahaja. Penghujungnya jadilah dia seorang yang dengki, ego dan individulistik, bakhil serta tamak terhadap dunia.

4. Kurang mengagungkan Allah Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman menjadi lemah, tidak marah ketika larangan Allah dilecehkan orang. Tidak mengamal yang makruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

5. Tidak belajar dengan Ayat Kauniah Tidak terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa yang dapat memberi pengajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan seumpamanya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai perkara biasa, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.

"Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahawa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?" (Surah At-Taubah, ayat 126).

"Saya Sayang Allah, Saya Cinta Allah"




"I LOVE ALLAH"
"AKU SAYANG ALLAH"
"AKU CINTA ALLAH"

hmmm .
perkataan itu selalu Qia dengar dari mulut orang .
question is :
adakah betul-betul anda mencintai Allah ?
apa buktinya ?

Kadang-kadang , perkataan "I LOVE YOU" .
selalu saja remaja salah guna .
kenapa ??

tengok la orang bercinta .
selalu sangat sebut "I LOVE YOU" kepada kekasihnya .
lama-lama , "I HATE YOU" .
hmmm .

lain la kalau kita sebut "I LOVE YOU"kepada ibubapa and adik beradik .
sebab , darah daging kita . ta akan benci .
walaupun , kakaknya jahat mana pun . selalu kena pukul . selau marah . tapi , tetap sayang . begitu juga ibu .
ibu selalu marah-marah . and kita cakap "ibu benci aku" tetapi , tidak !
ibu tidak penah benci anak-anaknya .

kawan-kawan ku . mari kita renung sebentar .
adakah kalian mencintai Allah ? benar ? apa buktinya ?
adakah kalian solat 5 waktu ? benar ? tidak tinggal langsung ?
adakah kalian mengikut perintah Allah ?
menutup aurat dengan sebaik-baiknya ?
puasa ?

separuh orang yang tidak beriman . mereka menyatakan Allah tidak sayang mereka .
kenapa ??
Allah sayang seluruh hambaNYA yang beriman .
Allah bagi kita macam-macam nikmat . adakah kita guna dengan betul ??
jika kita tidak guna dengan betul , itu bermakna . kita tidak sayang Allah .
kita tidak bersyukur atas nikmat Allah .
Allah bagi kita macam-macam .
Allah bagi kita nyawa (free) . Allah bagi kita ibu bapa (free) . Allah bagi kita adik beradik (free) . Allah bagi kita rezeki . Allah bagi kita anggota badan . macam-macam lagi . itu tandanya Allah sayang kita .

tapi , sayang ~
ta ramai yang guna nikmat Allah dengan betul .
Allah sedih sangat apabila kita lakukan dosa .
sedarkah kita yang kita dah banyak buat Allah kecewa ??
insaf laa wahai kawan-kawan ku .

Aku sayang Allah .
Aku cinta Allah .
Aku rindu Allah .

letakkan Allah yang pertama di hati mu !
kejarlah cinta Allah yang abadi .
=)






http://gadisqia.blogspot.com/2010/06/i-love-allah.html

Keistimewaan dan Kebaikan Surah Al-Fatihah




Surah al-Fatihah adalah surah Makkiyyah mengandungi tujuh ayat. Surah yang wajib dibaca berulang-ulang setiap rekaat semasa solat. Tidak sah solat tanpa membaca surah ini. Surah al-Fatihah juga dipanggil sebagai Umm al-Qur'an (ibu al-Qur'an) atau Umm al-Kitab (ibu al-Kitab)

Kita mengerjakan solat 5 waktu sehari, dan ini bermakna kita membaca Al-Fatihah sebanyak 17 kali setiap hari. Jadi, persoalannya, kenapa diwajibkan? Mungkin bagi sesetengah orang, kata-kata diwajibkan berbunyi seolah-olah suatu beban yang dipaksa ke atas orang Islam. Namun, bagi orang yang beriman, seharusnya, kata-kata diwajibkan tidak dirasakan suatu beban tetapi suatu penghargaan dan kerelaan.

Di sinila peranan mengenali diri amatlah penting. Kerana setelah mengenali diri sendiri, seseorang manusia itu boleh merasakan bahawa surah Al-Fatihah itu suatu keperluan yang bersesuaian dengan kehendak manusia. Manusia yang tidak akan berubah hakikatnya sebagai hamba Allah yang lemah dan sering membuat kesilapan tatkala hatinya berbolak-balik tiap saat tiap detik tatkala dilanda ujian. Dan Allah Maha Mengetahui hakikat ini. Bukankah Dia itu Maha Pencipta segala sesuatu?

Surah al-Fatihah adalah ibu al-Quran yang diasaskan dengan maksud-maksud secara menyeluruh, terdiri daripada usul ad-din dan cabang-cabangnya seperti aqidah, ibadah, tasyri’, iqtikad dengan hari akhirat, beriman dengan sifat-sifat Allah yang mulia, mengesahkannya dalam beribadah, meminta pertolongan dan do'a kepada Allah s.w.t.

Selain itu memohon hidayah ke jalan yang benar di samping menetapkan iman dan jalan orang-orang solehin, menjauhkan daripada golongan yang dimurka Allah dan yang sesat. Oleh itu Surah al-Fatihah juga dinamakan Um al-Kitab kerana menghimpun segala maksud-maksud asas.

As-Shahid Hasan al-Banna dalam risalahnya "Mukadimah fi at-Tafsir " berkata : "Tiada syak siapa yang tadabbur al-Fatihah yang mulia ini pasti dapat melihat kayanya makna dan keindahannya serta keserasiannya, antara lain dapat dilimpahi cahaya pada hatinya."

As-Shahid Syed Qutb dalam tafsirnya "Fi Zilal al-Quran" antara lain berkata : "Sesungguhnya surah ini mengandungi inti pati aqidah Islamiyah, tasawwur Islam, perasaan dan harapan do'a kepada Ilahi yang diisyaratkan daripada hikmah pemilihan surah ini pada setiap rakaat solat.

As-Syeikh Abdul Rahman Habannakah al-Midani di dalam kitabnya "Ma`arij at-Tafakkur" telah membahagikan inti pati Surah al-Fatihah kepada empat :

Pertama : Asas iman yang wajib diimani hamba-hamba Allah yang diujinya ketika hidup di dunia secara mesti.

Kedua : Tuntutan Allah terhadap hamba-Nya untuk beribadah dan bergantung kepada-Nya tanpa gangguan dengan yang lain.

Ketiga : Agama pilihan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang diuji, hanya Sirat al-Mustaqim yang dapat kemenangan yang disuruh pohon hidayah kepada-Nya.

Keempat : Dua masa ujian iaitu ujian di dunia dalam kehidupan semenjak lahir dan hingga hari kiamat terhadap tuntutan Allah.

Oleh itu dinamakan surah ini Umm al-Quran kerana rangkuman segala inti pati al-Quran.

Sahabat yang dimuliakan,

Marilah kita hayati dan amalkan Surah al-Fatihah ini kerana ianya mengandungi tujuh keistimewaan yang tidak terdapat di dalam surah-surah lain di dalam al-Qur'an.

Pertama : Paling Besar (A’zham)

Abu Said al-Ma’alli r.a., katanya : “Aku sedang solat, lalu dipanggil oleh Rasulullah s.a.w., maka tak dapat aku menyahut. Sesudah aku selesai solat, aku datangi baginda, Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak segera mendatangiku ? Aku menjawab : Kerana aku dalam bersolat ya Rasulullah.Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman : 'Hai orang-orang beriman, sahutilah seruan Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu'. Kemudian baginda berkata : 'Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid ini'. Ketika Rasulullah akan keluar dari masjid, baginda memegang tanganku, lalu aku berkata : 'Ya Rasulullah, Engkau mengatakan mau mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di dalam al-Qur’an.'Berkata Rasulullah : 'Ya, ialah al-Hamdulillahi Rabbil “Aalamin (dan seterusnya), ialah 7 ayat yang berulang-ulang, dan itulah al-Qur’an al-‘Azhim yang telah disampaikan kepadaku” (Hadis Riwayat Bukhari, Abu Dawud, an-Nasa’i)

Kedua : Membaca Surah al-Fatihah sama seperti membaca Kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al Qur’an.

Diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abu Talib k.w. bahawa Rasulullah s.a.w. berkata maksudnya : “Siapa yang membaca Fatihatul-Kitab (al-Fatihah), maka seakan-akan dia telah membaca Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan (al-Qur’an)”.

Ketiga : Hanya Kepada Nabi Muhammad s.a.w. diiturunkan.

Ibnu Abbas r.a. katanya : “Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. duduk bersama Jibril, tiba-tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian lalu berkata : “Itu sebuah pintu sudah terbuka di langit, dan tak pernah pintu itu terbuka sebelum ini”, dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung menuju kepada Rasulullah, dan berkata : “Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan kepada Nabi yang manapun sebelum engkau, kedua cahaya itu ialah Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat di akhir Surah al-Baqarah, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya”.(Hadis Riwayat Muslim dan Nasa'i)

Keempat : Langsung mendapat jawapan daripada Allah s.w.t.

Siapa yang membaca Surah al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Dari Abu Hurairah r.a. katanya : “Kami berada di belakang Imam (bersolat), maka berkatalah Imam itu kepadaku : “Bacalah al-Fatihah dalam hatimu, karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. mengatakan : Telah berkata Allah Azza-wa Jalla : Aku bagi solat (di sini maksudnya ialah al-Fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi dua bahagian (maksudnya : seperdua untukKu dan seperdua lagi untuk hambaKu), dan bagi hambaKu apa yang mereka minta. Apabila hambaKu itu berkata : “Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin”, Allah menjawab : ”HambaKu memujiKu” ; dan apabila hambaKu berkata : “Arrahmaanir Rahiim” , Allah menjawab : “HambaKu menyanjungKu” ; dan apabila hambaKu berkata : “Maaliki Yaumiddin”, Allah menjawab : “HambaKu memuliakanKu”, dan apabila hambaKu berkata “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin”, Allah menjawab : “Ini seperdua untukKu dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta; dan apabila hambaKu berkata “Ihdinashshiraathalmustaqiim, shiraathal ladzina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin”, Allah menjawab : Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta”.(Hadis Riwayat Muslim)

Kelima : Aman Dari Segala Bahaya.

Diriwayatkan oleh al-Buzar dari Anas r.a. : Bersabda Rasulullah s.a.w. maksudnya : “Bila engkau baca al-Fatihah dan Qul Huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut”.

Keenam : Langsung Dari Arasy

Dari Ma’qal bin Yasaar r.a. : Telah berkata Rasulullah s.a.w maksudnya : “Amalkanlah segala apa yang tersebut di dalam al-Qur’an, halalkanlah apa yang dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia, jangan sekali-kali engkau engkar apa-apa yang tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamu, dan berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi kelapangan kepadamu al-Qur’an dan segala keterangan yang tersebut di dalamnya, maka sesungguhnya al-Qur’an itu Pemberi Syafaat, sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA (Kitab-Kitab Suci yang diturunkan sebelum Musa a.s.) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaha, Thasin dan Hamim dari Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT), dan diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung dari Arasy”.(Hadis Riwayat al-Hakim)

Ketujuh : Sebagai Ubat dan jampi.

Dari Abu Said al-Khudri r.a. “Pada suatu hari kami bersama-sama dalam perjalanan, bermalam di satu dusun. Datang kepada kami seorang budak perempuan dan berkata : “Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun di antara kami yang dapat mengubatinya, adakah diantara tuan-tuan yang dapat mengubatinya ?” Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat menjadi dukun. Si sakit itu lalu dijampinya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya : “Apakah engkau membolehkan jampi, dan apakah engkau tukang jampi ?” Ia menjawab : “Tidak, saya bukan tukang jampi, tetapi aku hanya membacakan Ummul-Kitab (al-Fatihah).” Kami katakana : “Kejadian ini jangan dikabarkan kepada siapapun, sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah s.a.w. lebih dahulu”. Sesudah kami sampai di kota Madinah, kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakanlah kejadian itu. Rasulullah lalu berkata : “Siapa tahu bahwa surah itu (al-Fatihah) adalah jampi (ubat) bagilah hadiah itu dan berikan saya sebahagian darinya”.(Hadis Riwayat Bukhari)

Sahabat yang dikasihi,

Surah Al-Fatihah sebenarnya macam suatu do'a dan munajat kita sebagai hamba-Nya. Adalah penting untuk kita sentiasa mengharapkan pertolonganNya. Konsep kepercayaan kepada Tuhan yang Esa dan konsep bergantung kepada Allah s.w.t. sahaja.

Didalam surah ini juga terangkum Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah. Di dalam Tauhid Rububiyah mengandungi sifat-sifat kesempurnaan Allah s.w.t., nama-nama Allah yang mulia dan dan kekuasaan Allah s.w.t mentadbir Allah semesta dan berkuasa di hari akhirat.

Di dalam Tauhid Uluhiyah pula adalah pengabdian diri sepenuhnya manusia kepada Allah s.w.t., termasuk juga penyembahan, pergantungan dan pengharapan manusia kepada-Nya.

Jalan yang lurus dalam surah ini bermaksud jalan hidup Islam yang sempurna dan lengkap. Jalan yang membolehkan manusia merasai nikmat iman, jalan ketaataan, jalan beramal dan beribadah hanya kerana Allah, jalan melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, sebagaimana yang dikehendaki dan diredhai oleh Allah s.w.t.. Jalan-jalan lain yang bengkuk adalah jalan syaitan yang akan menyesatkan manusia.

Siapakah golongan yang diberi nikmat oleh Allah s.w.t.? Allah s.w.t menjelaskan dalam surah An-Nisa' bahawa mereka yang diberi nikmat adalah para Nabi, para shiddiqun, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh seperti didalam firman-Nya yang bermaksud :"Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqun, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui." (Surah An-Nisa': 69 -- 70).

Di akhir surah ini minta dijauhi daripada orang yang dimurkai Allah s.w.t dan orang yang sesat. Siapkah orang yang sesat dan orang yang dimurkai Allah? Menurut Hadis Nabi s.a.w.: "Orang-orang yang dimurkai" itu ialah kaum Yahudi, dan “Orang-orang yang sesat” ialah kaum Nasrani.” (Tafsir Al-Alusi, 1:90).

Ada juga Ahli Tafsir yang memberikan huraian lanjut mengenainya. Menurut Sahibul-Fadhilah Datuk Haji Muhammad Noor bin Haji Ibrahim - Penyemak Kitab Tafsir ini - bahawa kesimpulannya seperti berikut:

“Orang-orang yang dimurkai Allah” ialah orang-orang yang mengingkari atau menyembunyikan sesuatu perkara agama yang telah diketahuinya betul dan benar, atau orang yang tidak mahu menerima sesuatu hukum agama yang sampai kepadanya dengan keterangan-keterangan yang sah kerana beberapa sebab yang mempengaruhi jiwanya seperti: perasaan takassub atau fanatik kepada sesuatu pendapat, keinginan hendak menjaga nama dan taraf, ingatan hendak memelihara keadaan dan kedudukannya yang turun temurun, atau fikiran hendak menghormati sesuatu keadaan masyarakat.

"Orang-orang yang sesat” pula ialah orang-orang yang tidak berpengetahuan agama kerana tidak berusaha untuk mempelajarinya atau orang yang pengetahuan agamanya tidak betul, kerana dipelajarinya dengan tidak menurut peraturan dan jalan yang sebenarnya. Orang-orang yang tersebut kalau mereka tidak sesat dalam urusan kebahagiaan hidup dunia kerana sihat pancaindera dan tepat pendapat akal mereka pada zahirnya, maka tak dapat tidak mereka sesat dalam urusan kebahagiaan hidup di akhirat. kerana pengetahuan agama Allah sahaja yang sanggup menunjuk dan membimbing pengikutnya kepada kebahagiaan akhirat.


Disediakan oleh : Abu Basyer

Bersyukorlah ...

Kita semua masih ada rezeki masih lagi boleh makan kalau lah kita ditakdirkan seperti negara lain entahla...apa akan jadi...dari itu jangan lah kita membazir hargailah rezeki allah...........

Agar ku kejalan yang baik


Kehidupan yang dijalani mestilah dilengkapi dengan ilmu..tanpa ilmu tiada lah arah yang ingin dituju...



sejak akhir-akhir ini saya sering diagah dengan persoalan agama yang terkadang saya sendiri tidak mampu memikirkannya. Adakala saya tidak mampu untuk memberi pemikiran yang tepat dan adakala saya lebih banyak merepek dalam memberi pandangan.
Baru-baru ini saya terperangkap dalam satu fenomena baru ciptaan para pakar “agama”. Idealogi yang mereka perkenalkan hampir membuat saya hilang pertimbangan, malah hampir menjatuhkan akidah saya yang hanya senipis kulit bawang. Perbincangan demi perbincangan yang saya ikuti di alam maya. Dari satu web forum ke satu web forum, saya menjelajah dunia maya dengan agenda tersendiri. Untuk mencari kebenaran demi sebuah keimanan. Dan akhirnya saya menangis dengan kelemahan diri.
Saya akhirnya tersedar, iman bukan terletak pada ilmu dan kepakaran, tetapi untuk mendapatkan iman kita harus sentiasa berilmu berusaha menjadi pakar. Akibat kurang keyakinan, saya hampir terpedaya oleh agenda idealogi penjenayah ilmu yang “bangga” dengan pencapaian mereka yang mereka anggap “agung”.
Penyelewengan ilmu dan fahaman mazhab menyebabkan ramai yang sudah terperangkap dalam kekeliruan untuk menjalankan ibadah dan ajaran Islam. Ulasan terhadap satu mazhab dengan mazhab yang lain dengan menyampaikan idealogi yang “memperlekehkan” benar-benar memberi kesan ke atas pemikiran masyarakat Islam di Malaysia. Dan saya juga hampir menjadi salah seorang yang “terperangkap” dalam pemikiran tersebut. Alhamdulillah, dengan niat hati tegas untuk mencari kebenaran, saya berjaya mencari jalan pulang.
Apa yang berlaku benar-benar memberi saya satu pemahaman baru dalam menerima pendapat seorang “pakar”. Kepakaran bukan penentu keimanan dan ketakwaan, tetapi untuk mendapatkan keimanan dan ketakwaan, kepakaran itu perlu di selami. Berserah kepada Allah adalah jalan pulang yang mantap dalam mencari suatu kebenaran. kesyukuran kepada Allah kerana benar-benar memberi taufik dan hidayah Nya untuk hati terus melekatkan cinta, jiwa dan raga kepada Nya semata di atas jalan yang diredhai. Alhamdulillah.

SIAPAKAH 3 GOLONGAN PENGHUNI SYURGA


Sahabat yang dimuliakan,

Sesungguhnya berbahagialah sesiapa yang termasuk salah satu daripada tiga golongan yang dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w bahawa mereka akan menjadi penghuni Syurga yang kekal abadi.

Tiga golongan tersebut adalah seperti berikut :

Pertama : Penguasa yang adil dan di senangi.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:”Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah akan menduduki beberapa mimbar yang diperbuat daripada cahaya. Mereka ialah orang-orang yang berlaku adil di dalam pemerintahan, ke atas keluarga dan apa-apa yang ditadbir oleh mereka”.

Penguasa yang adil adalah penguasa yang melaksanakan ajaran Islam yang syumul dan sentiasa berhukum dengan hukum Allah s.w.t. Adil maksudnya "meletakkan sesuatu pada tempatnya". Jika seseorang penguasa mengambil peraturan lain di dalam menentukan sesuatu perkara bermakna dia tidak adil kerana adil disisi Allah s.w.t adalah apa-apa yang diperintahkan oleh-Nya untuk dilaksanakan oleh manusia.

Allah akan memberikan tempat yang paling mulia bagi sesiapa yang berlaku adil semasa menjalankan pemerentahannya. Pemimpin yang adil juga akan berlaku adil terhadap semua golongan manusia tanpa mengira umur, pangkat dan darjat bahkan melarang keras sebarang perbuatan zalim, penindasan dan pilih kasih.

Kepimpinan adalah satu tugas yang amat berat kerana seseorang itu bertanggungjawab kepada Allah dan manusia. Oleh itu sewajarnyalah ia tidak menjadi rebutan kecuali bagi orang yang benar-benar sanggup memikulnya.Jika keadilan ini mampu dilaksanakan oleh penguasa dan disenangi oleh rakyat maka ia akan termasuk golongan pertama akan di masukkan kedalam Syurga.

Kedua : Orang yang mempunyai sifat kasih sayang dan lunak hati kepada setiap sanak keluarga dan setiap muslim.

Islam menganjurkan untuk menghidupkan hati nurani agar senantiasa diliputi nur kasih sayang adalah dengan melakukan banyak silaturahmi kepada ahli keluarga dan orang-orang yang dilanda kesulitan, datang ke daerah terpencil, tengok saudara-saudara kita di rumah sakit, atau pula dengan selalu mengingat umat Islam yang sedang teraniaya di merata tempat.

Di dalam hadis yang lain Nabi s.a.w bersabda maksudnya :“Ketahuilah, maukah kukabarkan pada kalian tentang (sebagian sifat) penduduk Syurga?, semua yang lemah (tidak berdaya), dan rendah hati (berbuat seakan tak berdaya kerana rendah hati), jika mereka berdoa dengan bersumpah atas nama Allah, maka akan langsung dikabulkan, maukah kukabarkan kalian tentang (sebagian sifat) penduduk Neraka?, semua yang suka dengan pertengkaran, suka mengumpulkan harta namun susah mengeluarkannya (tamak akan harta dan kikir), dan menyombongkan diri”(Hadis Riwayat Bukhari)

Daripada Abdullah bin Umar r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah ditanya, siapakah yang paling mulia diantara manusia?. Nabi s.a.w. menjawab yang bermaksud : "Setiap orang yang hatinya 'makhmum' dan lidahnya jujur."

Sahabat r.a bertanya, "Kami tahu seorang yang lidahnya jujur, tetapi apa yang di maksudkan dengan hati 'makhmum'? Baginda menjawab, "Makhmum' ialah orang Muttaqin (menjauhkan diri dari keburukan kerana takut kepada Allah) dan bersih hatinya, bebas dari segala dosa dan kesalahan, tidak mempunyai sedikitpun perasaan dengki atau irihati padanya."

Dari Muaz bin Jabal meriwayatkan, aku mendengar Rasulullah s.a.w. meriwayatkan hadis qudsi : Allah Azzawa Jalla berfirman yang bermaksud : " Orang-orang yang mencintai satu sama lain kerana kebesaran dan kemuliaan-Ku akan duduk diatas mimbar-mimbar nur pada hari Qiyamat, (bahkan) nabi-nabi dan para syuhada akan beriri hati kepada mereka."(Hadis Riwayat Tirmizi)

Orang-orang yang saling mencintai dan berkasih sayang, akan melihat rumah-rumahnya di Syurga begitu indahnya laksana bintang yang cemerlang di sebelah timur atau barat. Para sahabat bertanya: "Siapakah mereka?" Jawab Nabi s.a.w : "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai kerana Allah."

Ketiga : Orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya sedangkan ia mempunyai keluarga.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.”

(Hadis. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya).

Di antara misi terpenting Islam, salah satunya membela, menyelamatkan, membebaskan, melindungi, dan memuliakan kelompok yang lemah dan menderita (dhuafa). Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan bahwa Allah hanya menerima solat dari orang-orang yang menyayangi orang miskin, ibnu sabil, wanita yang ditinggalkan suaminya, dan yang menyayangi orang yang ditimpa musibah.

Ketika Nabi Musa a.s bertanya kepada Allah s.w.t, “Tuhanku, di mana aku harus mencari-Mu”. Lalu Allah menjawab, “Carilah Aku di tengah-tengah mereka yang hancur hatinya”.

Ibnu Majah meriwayatkan dari hadis Abu Sa'idah al-Khudri r.a., bahwa Nabi s.a.w., pernah mengucapkan do'a, "Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan bangkitkanlah aku bersama orang-orang miskin."

Nabi s.a.w., sangat memerhatikan dan menyayangi orang miskin. Hal ini tercermin dari do'a yang disampaikannya bahwa ia ingin hidup dan mati dalam keadaan miskin, perhatikanlah orang miskin karena do'a orang miskin dikabulkan oleh Allah s.w.t.. Bahkan dalam Al-Qur'an surah al-Ma'un ayat 1 dan 2 maksudnya : "Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama? Orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin”.

Al-Qur'an sangat memerhatikan nasib orang miskin, sehingga Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa orang yang tidak memerhatikan orang miskin adalah orang yang mendustakan agama. Ertinya, jika orang Muslim tidak menyayangi, memerhatikan, dan peduli terhadap nasib orang miskin, ia di hadapan Allah akan dikelompokkan kepada orang yang berdusta dan berbohong dalam beragama.

Rasulullah dalam membela kelompok masyarakat yang tertindas, selalu membangkitkan harga diri rakyat kecil dan dhuafa. Ia senantiasa bersama orang-orang lemah. Pada suatu hari para sahabat melihat Nabi sedang memperbaiki sandal anak yatim, lain kali menjahit baju janda tua yang miskin. Bila masuk masjid Rasul memilih kelompok orang miskin, dan di sanalah ia duduk. Digembirakannya mereka, dipeluknya, hingga kadang-kadang Rasulullah tertawa bersama mereka.

Sesungguhnya orang miskin yang sabar di atas kemiskinannya, redha dengan takdir Allah s.w.t dan sentiasa menjaga kehormatan diri tidak mencuri dan mengambil hak orang lain dan mendidik ahli keluarganya supaya sentiasa taat kepada Allah s.w.t maka golongan ini akan menjadi golongan ketiga yang akan menjadi penghuni Syurga

Sahabat yang dikasihi,

Marilah kita muhasabah diri kita sekarang ini adakah kita termasuk salah satu di antara tiga golongan penghuni Syurga yang dinyatakan oleh Nabi s.a.w? Atau kita tidak memiliki ketiga-tiga ciri yang dinyatakan di atas?

Oleh itu marilah kita perbaiki diri kita dengan meninggalkan semua larangan Allah s.w.t dan melaksanakan suruhan-Nya dan berusaha agar termasuk salah satu dari golongan yg diatas. Berdo'alah dan mohonlah kepada Allah s.w.t semoga kita akan mendapat kebahagiaan yang kekal abdi iaitu memasuki Syurga-Nya seluas langit dan bumi.

Disediakan Oleh Abu Basyer

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ciri-ciri bidadari syurga dalam al-Quran

Sifat-sifat bidadari syurga (Hurun Ain) dalam al-Quranul Karim adalah seperti berikut:

Pertama: Qasrut Torfi.

Ada tiga ayat yang mana tuhan menjelaskan kepada kita bahwa bidadari syurga bersifat begini. Diantaranya:

“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” 48 : as-Saffat

Imam Tobari berkata:

Ayat ini menjelaskan bagaimana sifat yang agung bidadari syurga iaitu hanya memandang kepada pasangan mereka tidak seperti wanita dunia yang memandang ke sana sini.

Imam Fakhurrazi berkata:

Ini menunjukkan bahwa betapa malunya bidadari syurga kerana “at-Torfu” adalah gerakan kelopak mata (eyelid). Bidadari tidak menggerakkan kelopaknya dan tidak mengangkat kepalanya untuk lelaki bukan suaminya.”

Wanita muslimah sepatutnya mencontohi wanita syurga yang mana segala kemesraan, pandangan manja, layanan dan sebagainya hanya untuk suami.

Kedua: “ Atrab” Umur yang sama diantara mereka.

Firman Allah swt:

“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”52 : surah Sod

Atrab adalah plural bagi turb iaitu sebaya atau sama umur. Mereka berumur 33 tahun seperti disebut dalam hadis riwayat imam Ahmad dengan sanad yang baik.

Ketiga: Baik akhlak dan jantik paras rupa.

Firman Allah swt:

"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik."
70: surah ar-rahman

Ulama berkata bidadari memiliki akhlak yang baik dan rupa paras yang cantik.
Keempat:"kawa'ib" Buah dada yang tegang (tense).

Firman Allah swt:

“Dan ahli syurga mendapat gadis-gadis yang memiliki buah dada yang tegang dan sebaya umur mereka.”33 (an-Naba)

Kelima: Anak dara.

Firman Allah swt:

“Dan kami jadikan mereka (bidadari-bidadari) yang perawan.”36 : Surah al-Waqiah

Berkara pengarang tafsir Maalimut Tanzil:

“Setiap kali mereka dijimak oleh suami-suami bidadari, mereka akan dapati bidadari tersebut ada dara .”

Keenam: Bagus layanan dan kasih sayangnya kepada pasangannya.

Firman Allah swt:

“Bidadari-bidadari yang bagus layanan dan kasih sayangnya serta sebaya umur mereka.”
37 : Al-Waqiah

Mujahid, Hasan dan Qatadah (Ulama tafsir) berkata:

Urub adalah wanita-wanita pecinta yang asyik kepada suami-suami mereka dan menyintai mereka sepenuh hati, melayani suami mereka dengan manja, baik serta pertuturan.

Ketujuh: Tubuh mereka bersih

Firman Allah swt:

"...Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya ."25 : al-Baqarah

Imam at-Tabari berkata:

“ Kesucian bidadari adalah kesucian yang mutlak yang mana termasuklah suci dari semua perkara yang tidak disukai yang ada pada wanita dunia seperti haid,nifas, kencing, berak, ludah,kahak, mazi, mani dan perkara yang seumpama dengannya yang dianggap kotor, jijik, najis.”

Nabi saw bersabda:

“ Peluh-peluh ahli syurga adalah haruman kasturi.”

Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Kesimpulan:

Para lelaki hendaklah beramal sebaiknya untuk mendapatkan bidadari syurga dan wanita pula beramal sebaiknya untuk menjadi ketua bidadari kepada pasangannya.

MUNAJAT

Ya Allah sesungguhnya daku tidak layak untuk mendapat bidadari syurgamu lantaran dosa2 ku

Tetapi kemaafan mu lebih luas dari dosa2 ku, ampunkanlah dosa2 ku , berilah ku hidayah menuju Redamu,

Andai ku tersasar sedarkanlah daku, janganlah kau uji diriku apa yang aku tidak mampuHadapinya,

anugerahkanlah ku seorang wanita yang akan menjadi isteriku di dunia dan bidadariku di syurga.

Aku bersyukur kerna kau memberi ruang dan masa untuk mengecap kemanisan inabah(kembali) pd mu.

Rujukan: Sifatul Jannah Fil Quranul Karim oleh Abdul Halim Muhammad
http://akhisalman.blogspot.com/


Kewajipan Ibu Bapa Melahirkan dan Mendidik Anak Menjadi Soleh Dan Solehah




Tanggungjawab ibu-bapa mendidik anak-anak bermula dari buaian hingga ke liang lahad. Dibawah ini terdapat lima perkara yang perlu ibu-bapa lakukan untuk menjadikan anak-anak mereka menjadi soleh dan solehah. Adalah menjadi kewajipan ibu-bapa membentuk keluarga Islam supaya menjadi contoh ikutan kepada anak-anak apabila mereka dewasa kelak.

1. Cinta Dan Taatkan Allah, Rasul, Al-Quran, Ibu-bapa ,Keluarga dan Umat Islam.

Ibu-bapa bertanggungjawab sepenuhnya menyemai, mengasuh dan membimbing anak-anak supaya mencintai Allah dan Rasulnya. Sifat cinta kepada Allah dan Rasul mestilah mengatasi cinta kepada makhluk yang lain. Ini dijelaskan oleh sabda Rasulullah s.a.w. : Maksudnya : “Seseorang Muslim dijamin akan mendapat kemanisan iman sekiranya terdapat pada dirinya tiga perkara berikut. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduannya, hendaklah ia tidak mencintai seseorang melainkan semata-mata kerana Allah dan hendaklah ia benci untuk menjadi kufur sebagaimana ia benci untuk dicampakkan ke dalam api neraka”.(Hadis Riwayat Bukhari & Muslim)

Imam at-Tabrani meriwayatkan dan Ali r. a. bahawa Nabi s. a. w. bersabda:Maksudnya : “Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara iaitu mencintai Nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Quran. Sebab orang-orang yang memelihara Al-Qur'an itu berada di dalam lindungan singahsana Allah pada hari yang tidak ada perlindungan selain perlindunganNya beserta para Nabinya dan orang-orang yang suci”.(Hadis Riwayat Ad-Dailami)

Di dalam buku Ihya ‘Ulumiddin Imam Al-Ghazali mewasiatkan supaya mengajar anak-anak Al-Quranul Karim, hadis-hadis Nabi, hikayat orang-orang alim dan beberapa hukum-hukum agama.

Maka apabila perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya telah tertanam di dalam jiwa anak-anak, ibu -bapa mudah untuk mendidik dan menyuruh mereka mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya terutamanya cinta dan ta'atkan Al-Quran, ibu bapa, ahli keluarga dan umat Islam. Ceritakanlah kepada mereka mengenai penderitaan saudara-saudara kita di Palestin dan ditempat lain supaya melahirkan rasa simpati dalam jiwa mereka kepada saudara-saudara seagama.

2. Rukun Islam Dan Iman.

Ibu-bapa perlu mendedahkan dan menerangkan kepada anak-anak tentang rukun Islam dan rukun Iman seterusnya menyuruh mereka menghafal dan mengamalkannya di dalam kehidupan mereka seharian kerana kedua-duanya merupakan asas sebagai seorang Muslim dan Mukmin sejati. Rukun Islam mengandungi lima perkara dan rukun Iman pula ada enam perkara.

Kedua-dua rukun ini ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w.. ketika menjawab pertanyaan Malaikat Jibrail a. s.:-Maksudnya : “Wahai Muhamad! Apakah dia rukun Islam? Rasulullah menjawab: Rukun Islam itu ialah hendaklah engkau mengucap dua kalimah syahadah, mendirikan sembahyang, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan Haji sekiranya mampu. Jibrail berkata: benar jawapanmu. Jibrail berkata lagi: Maka terangkan pula kepadaku tentang apakah dia rukun Iman? Rasulullah menjawab: Rukun Iman ialah hendaklah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhirat dan beriman kepada Qadha’ dan Qadar Allah Taala”.(Hadis Riwayat Bukhari)

Anak-anak juga perlu diajar tentang asas-asas ilmu tauhid seperti sifat wajib mustahil dan harus bagi Allah dan bagi RasulNya, Nama-nama Allah, Syurga dan Neraka serta perkara-perkara yang boleh menjejaskan keimanan seseorang Muslim dan juga hukum-hukum syara’. Ini supaya mereka biasa terlatih untuk melakukan kebajikan dan menjauhi kejahatan rohani dan jasmani.

3. Menghafaz Ayat-Ayat Lazim

Al-Quran merupakan sebuah kitab yang menjadi pegangan dan rujukan kepada setiap orang Islam. Ia akan dipelihara oleh Allah dari sebarang perubahan dan gangguan. Begitu juga orang yang belajar, mengajar, membaca, menghafaz, menjaga, memelihara dan mengamalkan Al-Quran akan dijaga dan diberikan rahmat oleh Allah Taala. Maka ibu-bapa perlu mengajar anak-anak membaca Al-Quran kerana ia adalah di antara hak dan tanggungjawab ibu-bapa ke atas anaknya.

Firman Allah Taala dalam surah Al-Israk ayat 82: Maksudnya : “Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran Ayat-ayat Suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya”.

Ibu-bapa juga perlu menyuruh mereka menghafaz surah-surah dan ayat-ayat lazim supaya lidah mereka fasih membaca Al-Quran, diberi rahmat, cahaya dan perlindungan serta dijaga daripada kejahatan zahir dan batin.

Firman Allah Taala dalam surah Al-Hijr ayat 9: Maksudnya : “Sesungguhnya Kami (Allah Taala) telah menurunkan Al-Quran ini dan sesungguhnya Kami jugalah yang akan menjaganya”.

Rasulullah s.a.w. bersabda: Maksudnya : “Al-Quran adalah pemberi syafaat dan kitab yang wajib diyakini (kebenarannya), barangsiapa yang menjadikan Al-Quran di hadapannya, Ia akan memandunya ke Syurga dan barangsiapa yang meletakkan Al-Quran di belakangnya pula, Ia akan memandunya ke Neraka”.(Hadis Riwayat Baihaqi)

Sabda Nabi s.a.w. : Maksudnya : “ Sesungguhnya orang yang di dalam rongganya tidak melekat sesuatu ayat Al-Quran, maka ía laksana rumah yang runtuh”.(Hadis Riwayat Ahmad)

4. Menunaikan Perintah Allah.

Kanak-kanak pada usia ini hendaklah dilatih dan dibimbing oleh kedua ibu-bapanya supaya menunaikan segala perintah Allah s.w.t. terutamanya perintah-perintah yang wajib seperti solat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menutup aurat, bercakap benar dan akhlak-akhlak yang terpuji. Ini supaya mereka terbiasa dan dapat membentuk diri mereka ke arah keredhaan Allah sehingga dewasa. Ibadah dan amalan ini akan menjadi benteng bagi mereka dari maksiat dan kemungkaran seterusnya meletakkan diri mereka sentiasa berada dalam pemeliharaan dan rahmat Allah sepanjang masa.

Firman Allah s.w.t. dalam surah Toha ayat 132: Maksudnya : “Maka kendaklah kamu (ibu-bapa) memerintahkan kepada ahli keluarga kamu supaya mendirikan sembahyang dan bersabarlah dalam melakukannya (menyuruh melakukan sembahyang tersebut)”.

Firman-Nya lagi dalam surah Al-Ankabut ayat 45: Maksudnya : “ Demi sesungguhnya sembahyang itu akan mencegah pelakunya daripada perbuatan-perbuatan keji dan mungkar ”

Sabda Rasulullah s.a.w.: Maksudnya : “Ajarkanlah anak-anak kamu mengerjakan solat jika mereka sudah berumur tujuh tahun, dan pukullah (apabila tidak mahu solat) jika mereka sudah berumur sepuluh tahun”.(Hadis Riwayat Hakim)

Sabdanya lagi : Maksudnya : “Puasa itu adalah benteng (dari melakukan maksiat dan mungkar)”.(Hadis Riwayat An-Nasaei)

5. Meninggalkan Larangan Allah.

Setiap ketaatan yang diajar kepada anak-anak juga perlu diiringi dengan perintah supaya mereka meninggalkan larangan Allah dan Rasul-Nya. Ini bagi menjamin mereka sentiasa berada dalam keadaan bersih dan suci dari dosa terutama dosa-dosa yang besar dan tidak mudah terpengaruh dengan bisikan dan ajakan ke arah kejahatan kerana ia akan membawa anak-anak dan ibu-bapanya ke arah api Neraka.

Firman Allah s.w.t. dalam surah At-Tahnim ayat 6: Maksudnya : “Wahai orang-orang yang beriman, Peliharalah diri kamu dan ahli keluarga kamu daripada api Neraka yang mana bahan apinya terdiri daripada manusia dan batu-batu”.

Sabda Rasulullah s.a.w. : Maksudnya : “Taatiah kepada Allah dan takutlah berbuat maksiat kepada Allah dan suruhlah anak-anak kamu untuk mentaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Kerana hal ini akan memelihara mereka dan kamu dan api Neraka”.

Sahabat yang dihormati,

Di dalam al-Qur'an terdapat satu surah yang bernama Surah Luqman. Surah ini memaparkan satu kisah mengenai Luqman yang dikurniakan hikmah kebijaksanaan dan rahsia mengenal Allah s.w.t., membanteras syrik, mendorong supaya berakhlak mulia dan menjauhi daripada akhlak tercela yang merupakan tujuan utama mengapa al- Qur'an diturunkan.

Dalam Surah Luqman didapati lapan ayat berturut-turut secara khusus memperkatakan kisah Luqman, dimana tajuk ayat tersebut merupakan isi pengajaran Luqman kepada anaknya. Dari ayat-ayat tersebut dapat diklasifikasi kepada tiga asas utama iaitu Asas Aqidah, Asas Ibadah dan Asas Akhlak.

Pertama : Asas Aqidah,

Persoalan aqidah merupakan isu terpenting dalam kehidupan Muslim . Ini disebabkan aqidah menurut Islam adalah asas bagi binaan Islam pada keseluruhannya. Daripada aspek yang lain ia juga dapat disifatkan sebagai benteng yang paling teguh bagi menjaga dan mengawasi segala bentuk penyelewengan.

Dewasa ini didapati beberapa bentuk penyelewengan berlaku sama ada dari segi pemikiran, percakapan lebih-lebih lagi tingkah laku yang semuanya berpunca daripada ketidak fahaman mereka terhadap asas aqidah Islam secara mendalam, sedangkan kefahaman tentang aqidah itu merupakan satu tuntutan untuk melahirkan keyakinan dan penghayatan Islam secara menyeluruh.

Asas aqidah yang ditekankan di sini adalah mentauhidkan Allah s.w.t. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud : "Wahai anak kesayanganku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan satu yang lain),sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar."(Surah Luqman ayat 13)

Dalam ayat di atas jelas menunjukkan bahawa Luqman memulai nasihat kepada anaknya supaya menjauhkan diri daripada syirik kepada Allah, kerana jiwa yang suci harus bersih daripada sebarang kerosakan dan kesesatan. Di antara punca kerosakan aqidah adalah syirik. Oleh itu ia hendaklah dijaga daripada syirik agar aqidah sentiasa berada dalam keadaan baik. Kerana kesucian dan kemurniaan aqidah itulah punca segala amalan yang baik.

Syirik adalah sebesar-besar dosa yang dilakukan oleh seseorang kepada Allah s.w.t. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa (syirik) mempersekutukan-Nya (dengan sesuatu apa jua) dan akan mengampunkan dosa yang lain daripada itu bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar."

Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah ditanya, yang manakah dosa yang paling besar? Baginda menjawab : "Bahawa engkau jadikan bagi Allah penyerupaan, saingan atau persamaan sedangkan Dia menjadikan engkau."

Kedua : Asas Ibadah,

Konsep ibadah dalam Islam bukan hanya terbatas kepada soal-soal ta'abbudi yang dikenali seperti solat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Malah ibadah mempunyai erti yang sangat luas dan mendalam. Ibadah merupakan pengabdian sepenuhnya dan berfungsi menjalinkan hubungan yang berterusan antara hamba dengan Allah. Hubungan ini sebenarnya yang menjadi asas utama pendidikan Islam pada keseluruhannya.

Ibadah dalam Islam merangkumi keseluruhan kehidupan manusia iaitu hubungan manusia dengan Allah s.w.t, hubungan manusia sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam dan makhluk Allah yang lain. Setiap perkara yang kita lakukan dan tinggalkan semata-mata kerana Allah dan mencari keredhaan-Nya akan dikira sebagai beribadah kepada Allah s.w.t.

Solat adalah saluran utama hubungan manusia dengan Allah s.w.t. Ia merupakan pancaran yang menghidupkan dan menyuburkan keimanan dalam hati, kerana dengan bersolat seorang akan mengingati Allah melalui segala bacaan yang dibaca sepanjang solat. Dalam solat seseorang akan mengingati hari akhirat, ingat kepada Rasul, Malaikat, seterusnya kepada kitab yang diturunkan kepada Rasul iaitu al-Qur'an. Solat juga dapat mencegah seseorang daripada mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Dengan ini jelaslah kepada kita bahawa solat adalah manisfetasi daripada keimanan kepada perkara-perkara ghaib.

Daripada aspek kejiwaan, solat mendidik seseorang agar mencapai ketenangan jiwa, memberi kekuatan dalaman kepada seseorang untuk menempuh penderitaan hidup di dunia ini. Daripada aspek kesihatan, solat mendidik seseorang supaya menjaga kebersihan, melatih badan supaya cergas dan aktif. Daripada aspek akhlak, solat dapat menyedarkan seseorang terhadap kesalahannya, dapat menghapuskan dosa, dapat mencegah seseorang daripada kemungkaran dan mendidik seseorang supaya berdisplin dengan waktu. Dan yang terakhir daripada aspek kemasyarakatan, solat melahirkan individu yang memiliki kemerdekaan jiwa, kemerdekaan dalam memberi teguran dan pandangan, memupuk persaudaraan dan melahirkan persamaan tanpa mengira pangkat kedudukan, harta kekayaan, mulia dan hina, tua dan muda. Semuanya sama dihadapan Allah.

Ketiga : Asas Akhlak.

Misi Islam sebenarnya ialah pengarahan manusia supaya mencapai nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, yang sesuai dengan kemuliaan manusia. Islam sangat mementingkan budi pekerti untuk mewujudkan unsur-unsur kekuatan dan peribadi yang baik, yang akan dapat mempertingkatkan taraf kehidupan di dunia serta keredhaan Allah di sebalik kehidupan sekarang ini. Dalam pendidikan Luqman asas ini ditekankan kepada beberapa perkara pokok iaitu :

1.Berbakti kepada kedua ibu bapa :

Firman Allah s.w.t yang bermaksud, "Dan Kami wajibkan berbuat kebaikan kepada kedua ibu- bapanya, ibunya mengandung dengan menanggung kelemahan demi kelemahan dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapamu, (ingatlah) kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan) "(Surah Luqman ayat 14)

2.Bersifat sabar :

Firaman Allah s.w.t yang bermaksud : "Dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu adalah perkara-perkara yang sangat-sangat di ambil berat untuk melakukannya." (Surah Luqman ayat 17)

3.Tidak takbur dan sombong :

Firman Allah s.w.t yang bermaksud : "Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang sombong, takbur lagi membanggakan diri." (Surah Luqman ayat 18)

Takbur ialah sikap jiwa yang merasakan dirinya lebih baik daripada orang lain, samaada orang itu manusia atau jin. Sikap takbur inilah menyebabkan Iblis telah dilaknat oleh Allah s.w.t. dan akan dihumbankan kedalan api Neraka.

4.Kesederhanaan dalam semua perkara :

Kesederhanaan ini berlaku kepada keseluruhan sistem termasuk urusan ibadah. Seseorang Islam tidak digalakkan beribadah sehingga menyeksa diri sendiri kerana setiap diri itu ada hak yang mesti diberikan, seperti mana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud : "Sesungguh bagi tubuh badan ada haknya yang mesti kamu berikan kepadanya."

Begitu juga dalam urusan membelanjakan harta, Islam tidak menggalakkan umatnya supaya berbelanja secara berlebih-lebihan atau sebaliknya (kikir).

Dalam konteks pendidikan Luqman didapati dua aspek ditekankan iaitu:

Pertama : Sederhana sewaktu berjalan, firman Allah s.w.t yang bermaksud : "Dan sederhanakanlah langkahmu sewaktu berjalan." (Surah Luqman ayat 19).

Kedua : Sederhana waktu bercakap., firman Allah s.w.t yang bermaksud : "Lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara itu suara keldai." (Surah Luqman ayat 19).

Sahabat yang dirahmati Allah,

Apabila dilihat daripada aspek pengajaran, didapati bahawa Luqman al-Hakim mempunyai pendekatan tertentu tentang pendidikan anaknya.

Oleh itu sebagai individu Muslim Mukmin mempunyai tanggung jawab mendidik anak-anak dan juga generasi umat Islam hari ini maka ambillah contoh dan cara-cara yang dilaksanakan oleh Luqman yang diceritakan kisah beliau dalam al-Qur'an. Insya Allah dengan usha-usaha yang gigih dan berterusan yang kita jalankan akan melahirkan anak-anak yang soleh dan solehah supaya mereka nanti akan mendo'akan kita apabila kita telah kembali bertemu dengan Allah s.w.t dialam barzakh.


Disediakan Oleh : Abu Basyer